BOALEMO, HARIANPOST.ID- Sikap tegas ditunjukkan Kepala Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Husin Pomolango. Ia mengaku sempat didatangi sosok yang diduga berkaitan dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Huwata, Molili’ulo KM 43, yang mencoba memberikan iming-iming uang.
Meski sempat diarahkan untuk menerima sejumlah uang agar ‘melunak’, Husin secara tegas menolaknya. Penolakan itu didasari atas kekhawatiran besar terhadap kerusakan lingkungan yang mengancam wilayahnya.
”Kami sudah pernah ditawari akan diberikan uang, Pak, tapi kami menolak dengan tegas. Ada satu bos yang datang langsung ke rumah. Memang tidak secara langsung menawarkan uang, tapi arah pembicaraannya sudah ke situ,” ujar Husin, kepada media, Rabu 29 Juli 2026.
Ia menegaskan, dampak dari aktivitas tambang ilegal tersebut berpotensi merusak Desa Tangga Barito hingga mengancam keberlangsungan Bendungan Paguyaman.
”Saya bilang, PETI ini dampaknya ke Tangga Barito dan ke Bendungan Paguyaman pasti akan fatal. Jadi saya tetap tidak setuju ada aktivitas PETI di sini,” tegasnya.
Sayangnya, di tengah sikap tegas pemerintah desa dan kekhawatiran warga, aktivitas PETI di wilayah Huwata justru kian masif. Jumlah alat berat jenis excavator yang beroperasi dilaporkan terus bertambah.
Husin membeberkan, hingga Jumat (24/7/2026), unit alat berat di lokasi tersebut bertambah dari yang semula empat unit menjadi enam unit excavator yang aktif beroperasi.
”Ada, Pak. Nama lokasinya Huwata. Di lokasi tersebut sekarang ada enam excavator,” kata Husin membenarkan.
Kondisi ini kian memicu keresahan masyarakat setempat. Selain berpotensi mencemari aliran sungai, aktivitas PETI dikhawatirkan mempercepat sedimentasi yang merusak fungsi Bendungan Paguyaman serta mengganggu aliran Sungai Molili’ulo yang menjadi akses transportasi vital warga.
Sementara Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu Nurwahid Kiay Demak, menyatakan bahwa pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan penindakan di lokasi dan saat ini proses hukum sedang berjalan.
”Kami melakukan penindakan di lokasi tersebut, dan saat ini dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” jelas Iptu Nurwahid saat dikonfirmasi media, Sabtu 25 Juli 2026.
Mengenai informasi adanya penambahan excavator di lokasi yang sama, Nurwahid menegaskan akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan ulang di lapangan.
”Kami akan lakukan pengecekan kembali terkait informasi tersebut. Terima kasih,” pungkasnya.












