Hukum

Kasus Keributan di Rumah Sakit, AJB Tegaskan Kartu Pers Bukan Alat Intimidasi

×

Kasus Keributan di Rumah Sakit, AJB Tegaskan Kartu Pers Bukan Alat Intimidasi

Sebarkan artikel ini
Sekretaris AJB, Ferdi Talamu.
Sekretaris AJB, Ferdi Talamu.

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Aliansi Jurnalis Boalemo (AJB) memberikan tanggapan tegas terkait beredarnya video keributan di Rumah Sakit Siti Hadijah, Kota Gorontalo, yang melibatkan seseorang mengaku sebagai wartawan.

Sekretaris AJB, Ferdi Talamu, mengingatkan agar identitas profesi jurnalistik tidak disalahgunakan untuk melakukan tekanan maupun intimidasi.

​Ferdi menegaskan, tindakan seorang individu yang membawa-bawa profesi jurnalistik dapat memberikan dampak negatif terhadap citra wartawan secara luas di tengah masyarakat.

​”Wartawan memang dituntut kritis, tetapi kritis tidak berarti harus arogan. Ada batas yang harus dijaga. Profesi jurnalistik memiliki etika dan tanggung jawab, sehingga jangan sampai identitas wartawan justru digunakan untuk menekan atau mengintimidasi pihak lain,” ujar Ferdi, Sabtu, 12 September 2026.

​Menurutnya, penyelesaian persoalan oleh seorang jurnalis harus melalui mekanisme kerja profesional, yakni pengumpulan informasi, konfirmasi, verifikasi, dan penyajian fakta kepada publik, bukan diselesaikan dengan emosi di lapangan.

​”Cari datanya, konfirmasi pihak-pihak terkait, kemudian tulis. Kalau memang ada pelanggaran, publik bisa mengetahui melalui pemberitaan yang berdasarkan fakta,” tambahnya.

​Lebih lanjut, Ferdi menegaskan bahwa AJB tidak akan membenarkan tindakan keliru seseorang hanya karena yang bersangkutan mengaku sebagai profesi pers. Solidaritas profesi, kata dia, tidak berarti membela tindakan yang melanggar aturan.

​Ia pun mendorong agar identitas serta kapasitas orang dalam video tersebut diklarifikasi secara terbuka dan objektif, termasuk memastikan legalitas media tempatnya bekerja.

​”Kartu pers bukan sekadar identitas, melainkan ada tanggung jawab moral, kode etik, profesionalitas, dan integritas yang melekat di dalamnya. Jangan jadikan kartu pers sebagai alat untuk memperoleh keistimewaan atau tiket bebas melakukan apa saja,” tegas Ferdi.

​Melalui kejadian ini, AJB berharap seluruh insan pers di Gorontalo dapat terus menjaga marwah dan kepercayaan publik yang dibangun melalui karya jurnalistik berimbang, bukan lewat sikap arogansi maupun intimidatif.