Desa

Sapi di BUMDes Dimito Menghilang

×

Sapi di BUMDes Dimito Menghilang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Keberadaan Sapi di BUMdes Dimito Jadi Misteri. (harianpost)
Ilustrasi Keberadaan Sapi di BUMdes Dimito Jadi Misteri. (harianpost)

BOALEMO,HARIANPOST.ID- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Dimito, Kecamatan Wonosari, tengah menjadi sorotan. Lantaran, sejumlah sapi yang dikelola BUMDes tersebut, kini keberadaannya menjadi misteri.

Irman, seorang pengembala yang merawat sapi tersebut menyatakan bahwa lima ekor sapi di BUMDes diambil oleh Ayah Eman

“Dia datang sendiri dan menyampaikan bahwa sapi tersebut akan dipinjam,” kata Irman saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Terhadap peminjaman sapi tersebut, ia sebelumnya sudah melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola BUMDes. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan komunikasi yang dilakukan, peminjaman tersebut telah diketahui oleh pihak BUMDes.

Meski demikian, hingga saat ini sapi yang dipinjam tersebut belum dikembalikan. Irman mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Ketua BUMDes dan meminta agar ternak segera dikembalikan.

“Saya sudah sampaikan kepada Ketua BUMDes dan diminta untuk dikembalikan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.

Sapi BUMDes yang dikelolanya kata Irman, sempat mencapai 12 ekor. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti keberadaan tujuh ekor sapi lainnya.

“Sebagian saya tidak tahu keberadaannya. Saya hanya mencatat jumlahnya, kemudian ada yang ambil,” kata dia.

Peminjaman sapi tersebut menurut dia, tidak disertai dokumen resmi. Tidak terdapat surat perjanjian atau administrasi tertulis terkait pengambilan ternak tersebut. Di sisi lain, Irman sempat diminta menyerahkan salinan kartu tanda penduduk (KTP) oleh pihak BUMDes. Namun, ia tidak memperoleh penjelasan terkait tujuan penggunaan dokumen tersebut.

“Saya hanya diminta mengirim KTP, tanpa penjelasan lebih lanjut,” katanya.

Seiring dengan hal tersebut, saat dihubungi wartawan, ketua BUMDes serta pihak yang disebut mengambil sapi tersebut belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi masih dilakukan guna memperoleh penjelasan menyeluruh terkait keberadaan ternak serta mekanisme pengelolaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *