Kriminal

Polisi Ciduk Ekskavator di PETI Sambati, Warga Protes : Kenapa Hanya di Sambati ?

×

Polisi Ciduk Ekskavator di PETI Sambati, Warga Protes : Kenapa Hanya di Sambati ?

Sebarkan artikel ini
Penertiban Alat Berat di Lokasi PETI Sambati Diwarnai Ketegangan
Penertiban Alat Berat di Lokasi PETI Sambati Diwarnai Ketegangan

BOALEMO,HARIANPOST.ID- Penertiban alat berat ekskavator dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Sambati, Desa Dulupi, Kabupaten Boalemo, menuai perlawanan dari masyarakat. Bukan tanpa alasan, sebab Kepolisian Polres Boalemo dinilai tebang pilih dalam melakukan penertiban.

Seperti diketahui, Polres Boalemo berhasil mengamankan satu unit ekskavator bermerek Kobelco pada penertiban, Senin, 31 Agustus 2026.

Warga setempat, Hendrik Djibu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola penertiban yang hanya menyasar titik-titik tertentu di Sambati. Menurutnya, masih banyak lokasi tambang lain yang telah beroperasi selama berbulan-bulan, seperti di wilayah Wonosari dan Tangga Barito.

​”Kenapa hanya yang di Sambati saja yang jadi sasaran? Padahal dii beberapa tempat seperti di Saritani dan Tangga Barito itu alat-alat berat sudah lama beroperasi, ada tapi sampai sekarang belum ada penertiban,” tanya Hendrik.

​Ia menilai tindakan Kepolisian terkesan tidak konsisten dan tidak merata. Seharusnya, penertiban hukum diberlakukan secara menyeluruh kepada semua alat berat yang beroperasi tanpa izin di berbagai wilayah kabupaten Boalemo, bukan hanya difokuskan pada satu lokasi tertentu.

​​​Jika penertiban tidak dilakukan secara adil dan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut, para penambang dan aliansi lokal berencana akan menggelar aksi demonstrasi.

​”Kalau ini tidak ada keadilan dan tidak menyeluruh, kami bersama aliansi-aliansi yang ada di kabupaten akan melakukan aksi demo,” tegas Hendrik.

Sementara itu, sampai saat ini Kepolisian Polres Boalemo belum memberikan keterangan terkait kepemilikan alat berat yang diamankan dari lokasi PETI Sambati tersebut.