KABGOR,HARIANPOST.ID- Di pagi yang dingin, sejumlah anak sekolah di Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, melangkah penuh semangat pergi ke sekolah untuk mengejar cita – cita. Selasa, 20 Januari 2026.
Tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak pergi ke sekolah. Sekalipun, jalan yang mereka tempuh untuk pergi ke sekolah, penuh dengan tantangan.
Setiap hari mereka harus menyeberangi sungai yang keruh dan deras itu untuk pergi belajar. Kondisi itu memaksa para pelajar ini untuk melepas sepatu setiap kali menyeberangi sungai.
Jembatan yang biasa mereka lewati, kini dalam kondisi rusak dan belum diperbaiki oleh Pemerintah Daerah. Meskipun berulang – ulang dikeluhkan masyarakat, namun masyarakat harus tetap bersabar dan menunggu pembangunan jembatan, tanpa ada kepastian kapan akan dibangun.
Warga setempat, Mujakir Rajak menyampaikan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan fasilitas yang layak dalam menempuh pendidikan.
“Setiap pagi, para siswa harus melepas sepatu, menggulung celana, dan saling berpegangan tangan agar tidak terseret arus sungai. Risiko kecelakaan selalu mengintai, terlebih saat musim hujan ketika debit air meningkat secara drastis,”ungkapnya.
Situasi ini membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan pihak terkait. Perbaikan jembatan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan pemenuhan hak dasar warga negara.
“Tanpa tindakan nyata, keselamatan masyarakat dan kelangsungan pendidikan anak-anak di Desa Polohungo, akan terus berada dalam ancaman,”ungkapnya penuh kekhawatiran.












