BONEBOL, HARIANPOST.ID- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Coaching Clinic KLA Tahun 2026 yang digelar di Rumah Makan Meranti, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program perlindungan anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Ketua TP-PKK Bone Bolango, Ruwaida Mile, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam arahannya, Ismet Mile menegaskan bahwa perhatian terhadap anak harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, terutama keluarga, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak.
“Anak-anak perlu kita jaga bersama agar terhindar dari hal-hal negatif. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pendidikan dan perhatian yang cukup,” ujar Ismet.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti peran Dinas Sosial agar lebih serius dalam menangani kasus kekerasan dan penelantaran anak. Menurutnya, penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk melindungi masa depan generasi muda.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Bone Bolango, Ruwaida Mile, mengajak seluruh kader PKK untuk aktif memantau kondisi anak di lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi kekerasan serta perhatian terhadap kesehatan anak, termasuk upaya pencegahan stunting.
“Kita harus bersama-sama mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memantau kesehatan agar stunting bisa dicegah sejak dini,” ungkap Ruwaida.
Menutup arahannya, Bupati Ismet Mile kembali mengingatkan pentingnya komunikasi dalam keluarga. Ia menilai, hubungan yang baik antara orang tua dan anak akan menjadi benteng utama dalam mencegah pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan daerah yang benar-benar ramah dan aman bagi anak.












