Pemkab Boalemo

Ketika Satu Tangki Tua Menghadang Krisis Air di Boalemo

×

Ketika Satu Tangki Tua Menghadang Krisis Air di Boalemo

Sebarkan artikel ini
Ketika Nasib Beribu Warga Boalemo Digantungkan pada Mobil Tangki Renta.
Ketika Nasib Beribu Warga Boalemo Digantungkan pada Mobil Tangki Renta.

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Mesin diesel tua itu terbatuk-batuk pelan sebelum akhirnya meraung, memecah kesunyian di pelataran kantor Perumda Tirta Boalemo. Warna cat di bodinya sudah pudar digerus zaman sisa-sisa peninggalan era awal 2000-an yang dipanggang terik matahari Gorontalo.

​Di usianya yang sudah menyentuh 23 tahun, kendaraan yang semestinya sudah tenang beristirahat di tempat pembuangan besi tua ini justru memikul beban paling berat dalam sejarah hidupnya, menjadi satu-satunya penyambung nyawa bagi ribuan warga yang kehausan.

​Sebabnya jelas. Sungai Dimito, urat nadi air bersih di Kecamatan Wonosari, sedang sekarat. Debit airnya terjun bebas dari 20 liter per detik menjadi cuma 1 liter per detik.

Secara teknis, itu bukan lagi aliran sungai, melainkan sekadar tetesan yang kepayahan. ​Saat keran-keran rumah warga mulai membisu, seluruh harapan mendadak digantungkan pada satu-satunya mobil tangki veteran milik daerah.

​”Debit air di Wonosari turun drastis, tadinya 20 liter per detik sekarang tinggal 1 liter per detik,” kata Direktur Perumda Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo.

​Skalanya tak main-main. Satu unit mobil tangki uzur harus menanggung dahaga lima kecamatan sekaligus. Armada ini tak cuma harus bolak-balik melayani Wonosari, tetapi juga merayap menembus Kecamatan Paguyaman, membelah wilayah Dulupi, menyusuri Tilamuta, hingga menjangkau Kecamatan Mananggu.

​Setiap kilometer yang ditempuh adalah pertaruhan nasib. Di atas kertas, mengandalkan satu kendaraan uzur untuk cakupan wilayah se-abrak itu adalah misi yang nyaris mustahil. Jika mesin tuanya mendadak mogok di tengah jalan, pasokan air untuk ribuan kepala keluarga otomatis terhenti.

​Di lapangan, perang melawan waktu dan keterbatasan ini memaksa Perumda menerapkan sistem prioritas yang ketat. Anak-anak di Sekolah Rakyat dan titik-titik pemukiman terparah jadi sasaran utama.

Warga yang melihat mobil tua itu datang biasanya langsung berkumpul membawa ember, jeriken, dan menyambut kedatangan besi tua yang lambat namun amat berharga itu.

​Krisis air di Boalemo akhirnya bukan cuma cerita tentang musim kemarau atau sungai yang mengering. Ini adalah cermin nyata tentang bagaimana pelayanan publik di daerah kerap kali digantungkan pada alat penopang hidup yang sudah renta.

​Sampai hujan kembali turun dan memulihkan Sungai Dimito, mobil tangki berusia 23 tahun ini bakal terus merayap di jalanan Boalemo mengangkut liter demi liter harapan bagi mereka yang berada di ujung dahaga.