Ekonomi

Dari Pelosok Popayato, UMKM Sahaja Desa Dambalo Pikat Hati Bupati Mimika di PENAS 2026

×

Dari Pelosok Popayato, UMKM Sahaja Desa Dambalo Pikat Hati Bupati Mimika di PENAS 2026

Sebarkan artikel ini
Kelompok UMKM Sahaja Bersama Bupati Mimika di PENAS Gorontalo
Kelompok UMKM Sahaja Bersama Bupati Mimika di PENAS Gorontalo

GORONTALO,HARIANPOST.ID- Siapa sangka, kerajinan tangan sederhana yang lahir dari tangan terampil ibu-ibu di Desa Dambalo, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, kini mampu mencuri perhatian di Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan 2026.

Di tengah euforia PENAS yang digelar di Limboto, Gorontalo, sejak 20 hingga 25 Juni 2026, produk kelompok UMKM Sahaja mendadak jadi primadona. Produk-produk yang dipajang bukan sekadar kerajinan biasa, melainkan produk bernilai ekonomi yang disulap dari limbah kelapa dan jagung yang sebelumnya hanya dipandang sebelah mata.

Kelompok UMKM Sahaja barusaja dibentuk oleh Pemerintah Desa Dambalo bersama PT Loka Indah Lestari, dan dilatih langsung oleh tim profesional dari Syarina Production asal Semarang.

Produk Milik UMKM Sahaja yang Disulap Dari Limbah Kelapa dan Limbah Jagung
Produk Milik UMKM Sahaja yang Disulap Dari Limbah Kelapa dan Limbah Jagung

Kehadiran mereka di PENAS 2026, tak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten Pohuwato, KTNA Pohuwato dan PT Loka Indah Lestari (LIL) yang memberikan dukungan lewat program pemberdayaan masyarakat.

Jauh sebelum tampil di PENAS, langkah kelompok UMKM Sahaja ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam. Dalam kesempatan sebelumnya, Iwan Adam secara khusus menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada kelompok UMKM Sahaja. Ia berharap kehadiran kelompok ini menjadi pemantik semangat bagi pelaku usaha lain di Pohuwato untuk terus berinovasi.

Hasil dari pelatihan intensif tersebut pun terbukti. Produk-produk yang dihasilkan dari tangan dingin ibu-ibu Desa Dambalo tampil apik dengan nilai estetika tinggi. Kabar baiknya, produk UMKM Sahaja ini menarik minat Bupati Mimika, Papua Tengah, Johannes Rettob. Ia terpikat dengan kualitas kerajinan tersebut dan tak ragu membeli produk UMKM Sahaja sebagai buah tangan.

Momen ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal dari pelosok Gorontalo mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Keberhasilan ini tentu tidak berhenti di situ. Legal Manager PT Loka Indah Lestari, Ahmad Afandi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen melakukan pendampingan kepada kelompok UMKM Sahaja.

“Kami tidak akan melepas mereka begitu saja. Pendampingan berkelanjutan akan terus kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya di desa-desa binaan PT LIL,” tegas Afandi, Senin, 22 Juni 2026.

Terpisah, Kepala Desa Dambalo, Wawan Ahmad, yang hadir langsung mendampingi kelompok UMKM binaannya, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia melihat langsung bagaimana ibu-ibu dari desanya kini lebih percaya diri mempromosikan hasil karya mereka.

Foto Kades Dambalo (Tengah) Bersama Kelompok UMKM Sahaja di PENAS Gorontalo
Foto Kades Dambalo (Tengah) Bersama Kelompok UMKM Sahaja di PENAS Gorontalo

“Ini adalah langkah awal yang luar biasa. Saya sangat bangga melihat ibu-ibu kelompok Sahaja mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Semangat ini adalah kunci untuk mendongkrak ekonomi keluarga dan masyarakat di Desa Dambalo,” ungkap Wawan.

Wawan juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Loka Indah Lestari dan Pemerintah Daerah dan KTNA Pohuwato yang telah memberikan ruang bagi Desa Dambalo untuk tampil di ajang bergengsi sekelas PENAS. Baginya, dukungan ini bukan hanya soal pameran, tetapi tentang memberikan harapan baru bagi masa depan UMKM di wilayah Popayato.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *