Nasional

Pidato Presiden Curi Perhatian, Sebut Pengupas Bawang Diupah Rp700 Ribu per Kilogram

×

Pidato Presiden Curi Perhatian, Sebut Pengupas Bawang Diupah Rp700 Ribu per Kilogram

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Tahun 2026 dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Ruang Rapat Paripurna (Foto : BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Tahun 2026 dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Ruang Rapat Paripurna (Foto : BPMI Setpres)

HARIANPOST.ID- Ada ucapan yang mencuri perhatian pada pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI, di Sidang Tahunan bersama MPR,DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, Jum’at, 14 Agustus 2026, kemarin.

Di hadapan legislatif, Presiden memperkenalkan seorang wanita asal Bogor, Jawa Barat, Susana. Ia adalah seorang buruh pengupas bawang yang disebut diupah Rp700 ribu per Kilogram.

“Hari ini hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per Kilogram,”ucap Presiden.

Susana sendiri adalah salah satu penerima Program Keluarga Harapan atau PKH. Dalam pidatonya Presiden mengatakan agar perlindungan sosial harus semakin tepat sasaran, mudah dan bermartabat.

“Per hari ini digitalisasi pendaftaran bantuan sosial PKH telah berjalan di 153 Kabupaten dan Kota pada 38 Provinsi. Lebih dari 3 juta Keluarga telah terdaftar menuju targetv49 juta Keluarga pendaftar atau lebih dari 50 persen Keluarga Indonesia pada saat implementasi nasional,”papar Presiden Prabowo.

Sebelumnya, keluarga yang tidak mampu ini kata Presiden harus mengeluarkan Rp150 ribu untuk perjalanan, dokumen, membuat salinan, dan waktu kerja yang hilang. Namun, dengan digitalisasi program PKH ini, pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis..

“Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat memakan waktu 75 sampai 200 hari, kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam,”ungkap Presiden.

Selain memperkenalkan buruh pengupas bawang asal Jawa Barat, Presiden juga memperkenalkan seorang Ibu Rumah Tangga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, Margareta Roy.

“Pada usia 38 tahun ia masih berdagang serta merawat tantangan yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial atensi berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya. Negera hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat, negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia – sia,” tegasnya.