BOALEMO,HARIANPOST.ID- Penyebaran malaria di Wonosari, Kabupaten Boalemo, melonjak drastis. Hingga April 2026, pasien terpapar malaria yang ditangani di Puskemas Saritani, mencapai 150 kasus.
” Saat ini ada 150 kasus, sampai tanggal 25 April 2026, ini jumlah kasus malaria,” ungkap Kepala Puskesmas Saritani, I Made Kuat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin, 27 April 2026.
Penyebab molonjaknya kasus malaria tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pertambangan yang kian masif di Kabupaten Boalemo, salah satunya kegiatan pertambangan yang terdapat Desa Sari Tani. Pertambangan di desa ini menjadi salah satu titik dengan aktivitas pertambangan yang cukup masif dan belum tersentuh penanganan serius.
Benar saja, dari pasien malaria yang ditangani tenaga kesehatan, umumnya kata I Made Kuat merupakan penambang itu sendiri.
Guna menekan penyebaran malaria tersebut, I Made mengatakan pentingnya intervensi segera, melalui pembagian kelambu kepada masyarakat.
“Sebagai tenaga kesehatan, kami menilai perlu diadakan kelambu untuk mencegah penularan malaria di kampung,” pungkasnya.
Sebelumnya terungkap, bahwa pasien malaria di Wonosari yang ditangani di Puskesmas Bongo II juga melonjak drastis. Hingga Maret 2026, pasien malaria yang ditangani mencapai 74 kasus. Pemicunya adalah sama, diduga karena kegiatan pertambangan yang semakin masif.
“Sebagian besar kasus berasal dari aktivitas tambang. Kebanyakan penderita adalah masyarakat penambang,” terang penanggung jawab program malaria Puskesmas Bongo II, Surmiah,Kamis, 16 April 2026.












