HARIANPOST.ID, BOALEMO- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boalemo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik wilayah.
Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul rilis data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan RI per 13 Oktober 2026, yang menempatkan lima kabupaten di Provinsi Gorontalo, termasuk Kabupaten Boalemo ke dalam kategori kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, menegaskan pentingnya langkah perlindungan diri secara mandiri guna meminimalisir dampak buruk pencemaran udara terhadap kesehatan warga.
”Kami mengimbau masyarakat Boalemo untuk mengutamakan perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, anak-anak, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” ujar Sutriyani, Rabu, 14 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, paparan kabut asap karhutla mengandung partikel mikro/halus (PM2.5) yang dapat menembus saluran pernapasan dalam hingga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan mendadak maupun jangka panjang. Oleh karena itu, warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
Bagi masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah, Dinkes Boalemo mewajibkan penggunaan masker dengan standar filtrasi tinggi.
”Penggunaan masker kain maupun masker bedah biasa tidak memberikan perlindungan optimal terhadap partikel halus dalam kabut asap. Kami sarankan masyarakat menggunakan masker jenis respirator seperti N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar,” tambahnya.
Selain penggunaan masker, Sutriyani juga
Ia menambahkan, perhatian ekstra wajib diberikan kepada anak-anak dengan membatasi aktivitas bermain di luar rumah sampai kondisi kualitas udara kembali normal.
”Jika ada warga yang mulai merasakan gejala sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan lainnya, kami imbau untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat,” pungkasnya.












