PALU, HARIANPOST.ID- Pemerintah Kabupaten Boalemo terus menunjukkan keseriusannya dalam mendongkrak sektor peternakan berbasis teknologi modern.
Langkah nyata ini dibuktikan langsung oleh Bupati Boalemo, Rum Pagau, yang memimpin kunjungan kerja ke Instalasi Karantina Hewan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kunjungan strategis tersebut dilakukan untuk mengecek secara langsung kondisi 12 ekor sapi betina berkualitas yang diproyeksikan sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangbiakan bibit unggul melalui metode Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik.
Bupati Rum Pagau mengungkapkan, pengadaan 12 ekor sapi betina ini bukan sekadar pemenuhan kuota ternak biasa. Lebih dari itu, langkah ini menjadi babak awal transformasi besar sektor peternakan di Kabupaten Boalemo.
”Kami ingin memastikan setiap rupiah APBD yang dikeluarkan benar-benar berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan peternak dan ketahanan pangan daerah,” tegas Rum Pagau di sela-sela peninjauannya.
Peninjauan di Balai Karantina Pantoloan memastikan seluruh hewan ternak benar-benar bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta penyakit menular lainnya sebelum diboyong ke Boalemo.
Melalui optimalisasi teknologi inseminasi buatan ini, Pemkab Boalemo menargetkan peningkatan populasi sapi unggul yang secara otomatis akan mengerek pendapatan peternak lokal melalui efisiensi biaya kawin ternak dan tingginya harga jual anak sapi (pedet).
Setelah seluruh rangkaian masa karantina dan pemeriksaan kesehatan di Pantoloan tuntas, 12 ekor sapi tersebut akan segera diberangkatkan menuju Kabupaten Boalemo untuk memasuki fase awal program IB.












