BOALEMO, HARIANPOST.ID- Situasi di kawasan pertambangan Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, kembali memanas menyusul beredarnya video amatir yang memperlihatkan aksi seorang oknum security PT Pabrik Gula Gorontalo (PT PG Gorontalo) diduga membawa senjata tajam (sajam) di lokasi tambang.
Dalam rekaman video yang beredar luas di tengah masyarakat dan terjadi pada Senin, 5 Oktober 2025. Pria yang mengenakan topi, baju abu-abu lengan panjang, dan celana jeans itu tampak memegang parang. Oknum tersebut bahkan diduga melakukan pembongkaran terhadap talang yang berada di kawasan tersebut.
Suasana dalam rekaman itu terdengar tegang. Warga yang mengambil video secara tegas menyebut pria bersajam itu merupakan petugas pengamanan perusahaan.
“Rencana ada pembongkaran dari security. Ini security sedang pegang parang, ini security sedang memotong. Itu yang pakai topi,” ujar warga dalam rekaman video tersebut.
Menanggapi insiden ini, Deputi V DPP APRI Indonesia sekaligus Sekretaris Umum DPW APRI Provinsi Gorontalo, Taufik Hiola, melontarkan kritik keras.
Ia sangat menyayangkan jika tindakan pengamanan di lapangan justru berujung pada dugaan perusakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.
Menurut Taufik, keberadaan surat tugas tidak serta-merta memberikan legitimasi bagi seorang security untuk bertindak di luar fungsi utamanya menjaga keamanan.
“Iya security dan ada surat tugas dari security. Cuma yang saya sesali, kalau dia sifatnya security, harusnya menyampaikan apa yang terjadi kepada pimpinannya. Bukan melakukan perusakan, karena sudah di luar kewenangannya itu,” tegas Taufik saat dikonfirmasi, Rabu, 7 Oktober 2026.
Taufik juga mempertanyakan urgensi dan dasar hukum penugasan personel security di titik tersebut. Jika dalihnya adalah pengamanan aset perusahaan, ia meminta pihak manajemen PT PG Gorontalo terbuka kepada publik mengenai bentuk aset dan kejelasan status hukum penguasaannya.
“Kalau memang mau menjaga aset, buktikan aset yang mana yang perlu dijaga. Kalau memang mereka mau melakukan patroli sesuai tugasnya, itu kan adalah menjaga, bukan merusak,” tandasnya.
Melihat situasi yang kian meruncing akibat aksi saling klaim di lapangan, Taufik mendesak Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk segera mengambil langkah taktis.
Intervensi cepat dari pemda dinilai krusial agar gesekan di Saripi tidak eskalasi menjadi konflik horizontal yang lebih luas antara masyarakat dan korporasi.
“Harapan saya, kejadian yang ada di Saripi ini sebaiknya segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar tidak menjadi konflik yang lebih luas lagi. Ini kan saling klaim,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak manajemen PT PG Gorontalo hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan keterangan resmi maupun tanggapan terkait aksi oknum security-nya yang terekam membawa senjata tajam di lokasi pertambangan












