Kriminal

Bawa Parang di Tambang Saripi, Aksi Security PT PG Gorontalo Dikecam

×

Bawa Parang di Tambang Saripi, Aksi Security PT PG Gorontalo Dikecam

Sebarkan artikel ini
Ketegangan di Tambang Saripi Memuncak, APRI Minta Pemda Bertindak.(Foto Istimewa)
Ketegangan di Tambang Saripi Memuncak, APRI Minta Pemda Bertindak.(Foto Istimewa)

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Situasi di kawasan pertambangan Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, mendadak memanas.

Hal ini menyusul beredarnya rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi seorang oknum security PT Pabrik Gula Gorontalo (PT PG Gorontalo) diduga membawa senjata tajam (sajam) jenis parang di lokasi tambang, Senin (5/10/2026).

​Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas di tengah masyarakat tersebut, oknum security yang mengenakan topi dan kaus abu-abu lengan panjang itu tampak memegang parang sambil diduga melakukan pembongkaran terhadap talang air di kawasan tersebut. Suasana tegang pun terdengar jelas dari suara warga yang merekam kejadian.

​Menanggapi insiden ini, Deputi V DPP APRI Indonesia sekaligus Sekretaris Umum DPW APRI Provinsi Gorontalo, Taufik Hiola, melayangkan kritik keras.

Ia menyayangkan tindakan pengamanan lapangan yang justru berujung pada dugaan perusakan fasilitas.

​Menurut Taufik, keberadaan surat tugas resmi tidak serta-merta memberikan kebebasan bagi seorang security untuk melakukan tindakan di luar fungsi pengamanan murni.

​“Iya security dan ada surat tugas dari security. Cuma yang saya sesali, kalau dia sifatnya security, harusnya menyampaikan apa yang terjadi kepada pimpinannya. Bukan melakukan perusakan, karena sudah di luar kewenangannya itu,” tegas Taufik saat dikonfirmasi, Rabu, 7 Oktober 2026.

​Selain itu, Taufik juga mempertanyakan urgensi dan dasar hukum penugasan personel pengamanan di lokasi tersebut. Ia mendesak pihak PT PG Gorontalo agar transparan dalam menunjukkan batas serta status hukum aset yang diklaim.

​“Kalau memang mau menjaga aset, buktikan aset yang mana yang perlu dijaga. Kalau memang mereka mau melakukan patroli sesuai tugasnya, itu kan adalah menjaga, bukan merusak,” tambahnya.

​Mengingat tensi di lokasi yang mulai memanas dan berpotensi menimbulkan gesekan horizontal, Taufik meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo untuk segera turun tangan mendinginkan suasana agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka antara warga dan pihak korporasi.

​“Harapan saya, kejadian yang ada di Saripi ini sebaiknya segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar tidak menjadi konflik yang lebih luas lagi. Ini kan saling klaim,” tandasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT PG Gorontalo belum memberikan keterangan resmi terkait video viral maupun aksi dugaan pembongkaran yang dilakukan oleh personel pengamannya di lapangan.