POHUWATO,HARIANPOST.ID– Sikapi aspirasi penambang, DPRD Pohuwato pastikan hari ini, Selasa, 12 Mei 2026, turun lapangan meninjau lahan penambang yang bersengketa dengan perusahaan tambang PT Merdeka Copper Gold.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua DPRD Pohuwato Hamdi Alamri saat berdialog bersama penambang dalam aksi LSM LABRAK bersama penambang, Senin, 11 Mei 2026,di Kantor Bupati Pohuwato.
Hamdi bilang DPRD Pohuwato akan tinggal diam melihat dugaan tindakan semena-mena perusahaan yang merusak fasilitas tambang rakyat. Sebagai bentuk komitmen nyata, Hamdi menyatakan akan memimpin langsung peninjauan lapangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap aspirasi masyarakat yang merasa terintimidasi.
Politisi senior ini menyayangkan jika kehadiran investasi di Bumi Panua justru menciptakan konflik dan penggusuran ruang hidup warga lokal. Hamdi memastikan akan melakukan investigasi mendalam terkait laporan pengrusakan talang emas dan pondok milik penambang kecil.
Selain itu, ia juga akan melakukan koordinasi lintas fraksi guna mengawal persoalan ini secara kolektif sehingga parlemen memiliki satu suara dalam membela hak-hak rakyat.
Hamdi mengingatkan pihak perusahaan bahwa kehadiran investasi seharusnya membawa kemaslahatan, bukan justru memicu bara konflik yang merugikan warga setempat.
“Jika investasi justru menimbulkan musibah dan tekanan bagi masyarakat, maka DPRD akan mengambil posisi paling depan berdiri tegak di barisan rakyat untuk menyuarakan keadilan,”tegas Hamdi Alamri didampingi Aleg Abdul Hamid Sukoli.
Di sisi lain, koordinator LABRAK, Sonni Samoe, mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh pimpinan DPRD. Meski demikian, massa aksi berkomitmen untuk tetap bertahan dan menginap hingga ada kepastian hukum serta perlindungan nyata dari Pemerintah Daerah. Penambang menaruh harapan besar pada kunjungan lapangan DPRD itu dapat menciptakan solusi yang terbaik bagi masyarakat penambang.












