BOALEMO, HARIANPOST.ID- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kabupaten Boalemo terus berkomitmen meningkatkan kualitas pegawainya.
Melalui Bidang Bina Konstruksi, PUPR-PKP menggelar In-House Training Pembuatan Peta Topografi yang diikuti oleh jajaran aparatur perencana, pengawas, hingga pelaksana pembangunan daerah.
Pelatihan ini bertujuan agar para ASN terampil dalam mengolah data spasial secara mandiri mulai dari survei lapangan hingga menghasilkan peta topografi yang akurat dan sesuai standar teknis.
Kepala Dinas PUPR-PKP Boalemo, Supandra Nur, menegaskan bahwa peta topografi bukan sekadar gambar geografis, melainkan instrumen vital dalam menentukan arah kebijakan pembangunan infrastruktur, tata ruang, hingga mitigasi bencana.
”Perencanaan pembangunan saat ini sudah bergeser ke arah digitalisasi. Kesiapan daerah dalam ketersediaan data geospasial sangat krusial untuk memenuhi Readiness Criteria, terutama mengenai akurasi peta lokasi objek pembangunan,” jelas Supandra saat membuka acara, Rabu, 10 Juni 2026.
Supandra berharap pelatihan bersertifikat ini melahirkan agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi geospasial demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa target utama agenda ini adalah mencetak tenaga teknis lokal yang andal. Akurasi data yang dihasilkan nantinya akan menjadi pondasi utama bagi pimpinan dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat sasaran.
“Selama dua hari, para peserta digembleng dengan berbagai materi esensial, di antaranya, dasar-dasar survei topografi dan teknik pengukuran lapangan. Pengolahan data spasial dan pembuatan garis kontur,
praktik langsung (hands-on) menggunakan perangkat lunak pemetaan mutakhir dan Sistem Informasi Geografis (SIG),” ucapnya.
Digelar secara gratis, pelatihan ini disambut antusias tinggi oleh para peserta. Transformasi menuju digitalisasi satu data di Kabupaten Boalemo kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang dimulai dari peningkatan kapasitas SDM-nya.












