POHUWATO,HARIANPOST.ID- Pemuda asal Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Apsel Bawole (18) tahun, jadi korban penganiayaan hingga tewas oleh puluhan orang pelaku, di Kawasan Pantai Libuo, Kecamatan Paguat, pada Ahad, 20 September 2026, sekitar pukul 00.30 WITA.
Berdasarkan pengungkapan Polsek Paguat dan Satreskrim Polres Pohuwato, korban diduga mengalami penganiayaan hingga kritis, yang dilakukan oleh sekelompok orang.
Kasat Reskrim Polres Pohuwato Iptu Renly Turangan, S.H., menyebut peristiwa yang memakan korban jiwa itu bermula dari adanya perselisihan antarkelompok, yakni antara kelompok W2KCS (Wobudu-Karangetan) dan kelompok Bumpen (Bumbulan-Pentadu).
“Setelah kejadian, korban dilarikan ke Puskesmas Paguat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setelah mendapatkan penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia,”ungkap Kasat Reskrim Polres Pohuwato Iptu Renly Turangan, S.H.
Akibat tindakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut, Polisi pun langsung bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku, guna menjalani pemeriksaan.
“Satreskrim Polres Pohuwato bersama Polsek Paguat telah melakukan penanganan terhadap laporan tersebut dan mengamankan sejumlah terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Iptu Renly.
Dari pengungkapan awal, Polisi turut mendalami dugaan penggunaan senjata tajam jenis badik oleh salah seorang terduga pelaku.
“Dari beberapa orang yang diduga terlibat, terdapat salah seorang yang diduga menggunakan senjata tajam jenis badik dalam melakukan penganiayaan. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman,” jelasnya.












