BOALEMO, HARIANPOST.ID- Tak hanya meminta soal kekompakan aparat desa, Wakil Bupati Lahmuddin Hambali juga menyerap aspirasi soal karut-marut data kemiskinan. Aparat desa mengeluhkan hasil asesmen BPS yang kerap tak sesuai kondisi nyata warga.
“Banyak laporan masuk ke saya. Menurut BPS, warga ini sudah keluar dari desil 1 dan desil 2. Tapi aparat desa yang tiap hari ketemu, tahu persis kalau mereka masih susah,” ucap Lahmuddin saat berdialog dengan aparat desa se-kecamatan Paguyaman, Rabu 20 Mei 2026.
Akibat dari perbedaan data yang ada, kata Lahmuddin keluarga yang seharusnya masih layak justru tak dapat bantuan pemerintah. Situasi ini memicu pertanyaan dan kegaduhan di tingkat desa.
Untuk itu, Wabup Boalemo meminta agar aparat desa tidak ragu mengusulkan kembali nama warga yang dinilai layak. Walau tak masuk data pusat, usulan itu akan jadi bahan verifikasi ulang oleh tim gabungan Dinas Sosial dan BPS.
“Prinsipnya jangan ada warga miskin yang terlewat. Masukkan saja datanya. Tugas pemerintah untuk cek ulang,” tegas Lahmuddin.












