GORONTALO,HARIANPOST.ID- Di momentum Hari Tani Nasional, 24 September 2026, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan DPR RI, yang telah mengesahkan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria.
Menurut Rian dengan hadirnya Undang-Undang tersebut menjadi solusi atas masalah dan konflik lahan pertanian berkaitan dengan Hak Guna Usaha (HGU), yang selama ini menjadi permasalahan yang kerap dihadapi oleh petani di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Gorontalo.
“Di hari Tani Nasional ini kami Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo menyambut baik hal ini, dan menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI,”ungkap Rian Uno.
Bertepatan dengan momentum tersebut, dirinya turut menyinggung masalah pertanian yang beberapa bulan terakhir dihadapi oleh petani di Gorontalo. Terlebih lagi petani di Kabupaten Pohuwato, kata Rian, petani di wilayah ini mengeluhkan kondisi lahan pertanian persawahan yang tidak lagi produktif. Sudah beberapa kali musim tanam, petani di Kabupaten Pohuwato, khususnya di Kecamatan Duhiada’a dan Buntulia mengalami gagal tanam.
Dia khawatir, kondisi tersebut akan ikut berpengaruh pada program Presiden yang ingin mewujudkan swasembada beras di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo itu sendiri.
“Dengan program-programnya, Presiden Prabowo itu tegas ingin petani menjadi sejahtera. Tapi, di dua Kecamatan di Pohuwato, kami Tani Merdeka, baik Provinsi Gorontalo dan Pohuwato itu menemukan masalah, dan kami berpikir untuk menghadirkan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani,”kata Rian.
Permasalahan petani persawahan ini sebelumnya juga sudah disampaikan langsung kepada Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir. Bahkan beberapa waktu lalu saat melantik DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pohuwato, Don Muzakir turun langsung melihat masalah yang dihadapi petani di wilayah barat Provinsi Gorontalo itu.
“Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia Bapak Don Muzakir itu sudah turun langsung melihat apa yang dikeluhkan oleh petani Buntulia dan Duhiadaa di Pohuwato. Utamanya berkaitan dengan sedimentasi yang menumpuk di jaringan irigasi, sehingga air terhambat masuk ke persawahan petani,”ungkap Rian.
Terhadap masalah sedimentasi itu, Tani Merdeka kata Rian tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Namun,terhadap masalah itu, dirinya berharap solusi dari pemerintah untuk turun menyelesaikan permasalahan petani sawah di Pohuwato.
“Dalam upaya mencari solusi, dalam waktu dekat ini kami Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato akan menyurati Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia dalam hal menyelesaikan masalah krusial yang dihadapi petani. Dan kita berharap masalah ini beroleh solusi, guna mewujudkan petani yang sejahtera dan swasembada beras seperti yang diharapkan Bapak Presiden Prabowo Subianto,”terangnya.












