Pemkab Boalemo

Harapan Baru Warga Miskin Boalemo: Anak Sekolah Gratis, Orang Tua Dapat Bantuan Rumah

×

Harapan Baru Warga Miskin Boalemo: Anak Sekolah Gratis, Orang Tua Dapat Bantuan Rumah

Sebarkan artikel ini
Bupati Boalemo, Rum Pagau. (Sumber Foto: Hargo)
Bupati Boalemo, Rum Pagau. (Sumber Foto: Hargo)

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui sektor pendidikan

Salah satu langkah konkret yang tengah digenjot saat ini adalah pemenuhan kuota bagi siswa di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi, Wonosari, kabupaten Boalemo.

​Bupati Boalemo, Rum Pagau menyampaikan bahwa untuk tahun ini, Kabupaten Boalemo mendapatkan kuota sebanyak 270 orang untuk sekolah terintegrasi.

Jumlah tersebut dibagi secara merata untuk tiga jenjang pendidikan, ​jenjang SD, 3 kelas 90 orang, jenjang SMP3 kelas 90 orang, dan ​jenjang SMA 3 kelas 90 orang.

​”Siswa-siswa ini kami rekrut secara selektif dari seluruh desa dan kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Boalemo,” ucap Rum Pagau dikutip dari unggahan video Kominfo Boalemo, Ahad 8 Juni 2026.

Rum menjelaskan bahwa program ini mengemban dua misi utama yang sangat penting. Pertama sebagai bentuk kewajiban negara dalam menyekolahkan masyarakat kurang mampu. Kedua program ini menjadi jembatan bantuan sosial yang lebih luas dari pemerintah pusat.

“Insyaallah, dengan kerja keras bersama, kuota 270 orang ini bisa terpenuhi pada saatnya nanti demi masa depan pendidikan dan peningkatan taraf hidup masyarakat Boalemo,” jelas Rum Pagau,

​Sesuai dengan arahan Bapak Presiden melalui Menteri Sosial, orang tua dari anak-anak yang bersekolah di SR Terintegrasi ini nantinya akan mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni.

​”Ini adalah cara pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan secara menyeluruh bagi seluruh warga yang anaknya bersekolah di SR,” kata Bupati Boalemo.

​​Dalam beberapa hari terakhir, Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Boalemo, terlihat sangat intens turun ke lapangan untuk menjaring siswa-siswa dari kalangan keluarga miskin desil 1 dan 2. Meski potensi di Boalemo cukup banyak, Rum Pagau mengakui adanya dinamika dan problem tersendiri di masyarakat.

​”Ada persoalan psikologis di lapangan. Ada anak yang mau tapi orang tuanya tidak mengizinkan, dan sebaliknya ada orang tua yang sangat ingin anaknya sekolah, tapi si anak yang menolak. Itu masalah yang kami temui di daerah,” ungkap Rum Pagau.

​Meskipun demikian, pemerintah daerah Boalemo optimistis target kuota akan terpenuhi. Sesuai jadwal pada tanggal 20 Juni mendatang, pemerintah daerah akan mulai melaksanakan tes kesehatan bagi para calon siswa yang telah terjaring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *