Pemkot Gorontalo

Eceng Gondok Ancam Sungai Bulango

×

Eceng Gondok Ancam Sungai Bulango

Sebarkan artikel ini
Tumbuhan Eceng Gondok Tutupi Permukaan Air Sungai
Tumbuhan Eceng Gondok Tutupi Permukaan Air Sungai

KOTA GORONTALO,HARIANPOST.ID– Tumbuhan eceng gondok tutupi permukaan Sungai Bulango, Kota Gorontalo.

Eceng gondok memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat cepat. Tidak heran, keberadaan tumbuhan satu ini dianggap sebagai ancaman bagi lingkungan sekitar.

Di kawasan Sungai Bulango sendiri, eceng gondok ini baru dibersihkan beberapa bulan lalu atau tepatnya pada Juni 2026, dengan menggunakan alat berat. Namun kini, keberadaan gulma tersebut terlihat menutupi permukaan air, khusunya di Kelurahan Biawu dan Biawao.

Keberadaan tanaman air ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga jadi masalah berulang yang perlu mendapatkan solusi, lantaran menghambat aliran sungai.

Masalah eceng gondok itu juga mendapat perhatian serius dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II, dengan melakukan pembersihan setelah adanya keluhan masyarakat terkait tumpukan eceng gondok di Sungai Bulango.

Salah seorang warga, Fitriyanti Ali, mengatakan kawasan tersebut sebenarnya sudah pernah mendapat penanganan melalui normalisasi sungai. Namun, menurutnya, normalisasi belum dilakukan secara merata sehingga masih terdapat bagian sungai yang dipenuhi eceng gondok.

Tidak hanya menghambat aliran air, warga turut merasa khawatir, pertumbuhan eceng gondok yang semakin masif bisa menjadi tempat berkembangnya hewan berbisa.

“Eceng gondoknya sudah lebat dan menjadi tempat ular, biawak, serta tikus. Sempat ular tersebut masuk ke dalam rumah,” ujar Fitriyanti saat diwawancarai, Rabu, 23 September 2026.

Tidak saja eceng gondok, sampah yang sengaja dibuang ke sungai turut menjadi ancaman bagi Sungai Bulango. Kondisi tersebut semakin memperburuk lingkungan di kawasan bantaran Sungai Bulango.

“Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan pembersihan eceng gondok dan sampah di Sungai Bulango, sekaligus mencari langkah penanganan jangka panjang,”harap Fitriyanti.

Selain itu, pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat melihat persoalan tersebut secara menyeluruh, mulai dari pertumbuhan eceng gondok, kondisi aliran sungai, sedimentasi, hingga persoalan sampah, guna memastikan sungai tetap berfungsi dan lingkungan di sekitarnya aman bagi masyarakat.