GORONTALO, HARIANPOST.ID- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat menggelar aksi September Hitam pada Selasa, 29 September 2026, dengan mengusung tema “Tegakkan HAM, Gratiskan Pendidikan, Wujudkan Keadilan Sosial.”
Massa aksi berkumpul di Kampus 3 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai titik kumpul, kemudian bergerak menuju Perlimaan Telaga sebagai titik aksi. Di lokasi tersebut, massa menyampaikan orasi dan membacakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait.
Dalam aksi tersebut, Sahril Tialo selaku Jenderal Lapangan (Jenlap) bersama Moh. Rizki Abas selaku Wakil Jenderal Lapangan (Wajenlap) mengoordinasikan jalannya aksi dan penyampaian aspirasi massa.
Sejumlah tuntutan yang disampaikan antara lain menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia, melakukan revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), mengesahkan RUU Ketenagakerjaan, serta menjadikan pendidikan sebagai program prioritas, bukan sekadar program pendukung.
Massa juga menyoroti persoalan keadilan sosial dan menuntut pemerintah agar lebih serius dalam memastikan pemenuhan hak masyarakat atas pendidikan serta perlindungan terhadap pekerja.
Namun, dalam pelaksanaan aksi, massa menyampaikan kekecewaan karena tidak ada pihak dari Forkopimda Provinsi Gorontalo yang hadir menemui massa secara langsung, khususnya Gubernur Gorontalo, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, dan Kapolda Gorontalo. Massa menilai ketidakhadiran tersebut membuat tuntutan yang dibawa belum mendapatkan respons langsung dari pihak yang dituju.
Sahril Tialo selaku Jenderal Lapangan menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus pengawalan terhadap sejumlah persoalan yang menjadi perhatian massa. Menurutnya, tuntutan yang disampaikan membutuhkan respons dan tindak lanjut dari para pemangku kebijakan.
Karena tuntutan belum mendapatkan respons langsung, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat menyatakan akan melangsungkan aksi jilid II. Aksi lanjutan tersebut akan menjadi bagian dari upaya massa untuk terus mengawal tuntutan yang telah disampaikan pada aksi September Hitam.












