Pemkab Boalemo

Pengangkatan Keluarga Pejabat Menuai Sorotan, Ini Tanggapan BKPSDM Boalemo

×

Pengangkatan Keluarga Pejabat Menuai Sorotan, Ini Tanggapan BKPSDM Boalemo

Sebarkan artikel ini
Keluarga Pejabat Lolos Mutasi Strategis, Kepala BKPSDM Boalemo, Rahmat Biya Minta Publik Nilai Kinerja.
Keluarga Pejabat Lolos Mutasi Strategis, Kepala BKPSDM Boalemo, Rahmat Biya Minta Publik Nilai Kinerja.

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Pelantikan pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo yang digelar pagi tadi menuai sorotan tajam dari publik. Prosesi mutasi dan pengisian jabatan strategis tersebut diwarnai masuknya sejumlah nama yang memiliki hubungan kekerabatan atau ikatan keluarga dengan para petinggi daerah.

​Isu dugaan kolusi dan nepotisme pun langsung mencuat di tengah masyarakat. Sebagian warga mempertanyakan transparansi serta asas kepatutan di balik keputusan pengangkatan posisi-posisi strategis yang diduduki oleh para kerabat pejabat tersebut.

​Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boalemo, Rahmat Biya, angkat bicara untuk meluruskan asumsi publik. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang keliru atau menyalahi aturan dalam penempatan tersebut.

​”Hal yang wajar jika saudara pejabat diangkat, karena mereka sudah memenuhi kriteria kepangkatan,” tegas Rahmat saat dikonfirmasi, Senin, 26 Oktober 2026.

​Ia menjelaskan, proses pengisian jabatan struktural tidak dilakukan sembarangan, melainkan telah melalui prosedur ketat yang berlandaskan kompetensi serta merujuk pada regulasi resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

​”Jadi, masalah pengangkatan keluarga untuk menduduki jabatan strategis ini sudah diperhitungkan dengan benar oleh Pemda Boalemo,” tambahnya.

​Meski demikian, pihak Pemda bersikap terbuka terhadap kritik yang dilayangkan masyarakat. Rahmat menilai pro dan kontra yang terjadi adalah bagian dari dinamika sosial, di mana sebagian orang mungkin memandang kebijakan tersebut dari sudut pandang penuh kecurigaan.

​”Wajar jika ada yang mengkritisi ini, karena pemikiran sebagian orang memang bisa keliru. Dan inilah risiko bagi pejabat publik,” ujarnya.

​Ia menegaskan, satu-satunya cara paling efektif untuk meredam keraguan publik bukanlah dengan pembelaan verbal semata, melainkan melalui pembuktian kinerja nyata di lapangan.

​”Tinggal bagaimana kita menjawab ini dengan bekerja secara benar, sehingga apa yang menjadi perhatian dan kekhawatiran publik bisa berbalik menjadi kepercayaan,” pungkas Rahmat.