Pemkab Boalemo

Indeks Reformasi Birokrasi Terendah, Bupati Boalemo Sentil Eselon II

×

Indeks Reformasi Birokrasi Terendah, Bupati Boalemo Sentil Eselon II

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Boalemo, Rum Pagau.(Foto: Arif)
Bupati Kabupaten Boalemo, Rum Pagau.(Foto: Arif)

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Kabupaten Boalemo mendapati catatan merah pada Indeks Reformasi Birokrasi di tingkat Provinsi Gorontalo. Rendahnya capaian ini memicu sentilan keras dari Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, terhadap kinerja para pejabat eselon II di lingkungan pemerintah daerah setempat.

​Teguran menohok itu disampaikan Rum Pagau saat memberikan arahan pada pelantikan Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, dan Fungsional di Pendopo Kantor Bupati Boalemo, Senin, 26 Oktober 2026.

​Agenda tersebut turut disaksikan oleh Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Prof. Dr. Nurdin Baderan, S.P., M.Si., serta jajaran Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN di lingkungan Pemkab Boalemo.

​Dalam arahannya, Rum Pagau membeberkan informasi yang diterimanya dari Pemerintah Provinsi Gorontalo mengenai rapor reformasi birokrasi Boalemo yang berada di urutan terbawah.

​”Saya dapat informasi dari pemerintah provinsi bahwa indeks reformasi birokrasi Kabupaten Boalemo terendah di Provinsi Gorontalo. Ini menandakan bahwa kinerja Anda kurang bagus, terutama pejabat eselon II,” tegas Rum Pagau di hadapan para pejabat yang dilantik.

​Menanggapi kondisi tersebut, Bupati meminta para pimpinan perangkat daerah tidak hanya terjebak dalam rutinitas kerja harian atau sekadar bangga dengan jabatan yang diemban. Ia mendesak para pejabat untuk lebih peka dan turun tangan meneliti serta menyelesaikan setiap persoalan yang ada di daerah.

​”Bagi pejabat yang saat ini memimpin perangkat daerah, saya minta tidak hanya menerima jabatan dan menjalankan tugas rutin saja, tetapi meneliti segala persoalan-persoalan yang ada di daerah. Ini sangat penting dan wajib untuk kita laksanakan,” ujarnnya menekankan.

​Lebih lanjut, Rum Pagau menegaskan bahwa amanah dan mutasi jabatan yang dilakukan murni berdasarkan evaluasi kinerja secara profesional selama hampir satu tahun, tanpa ada unsur nepotisme maupun percaloan jabatan.

​Ia berharap melalui pergeseran ini terbentuk suasana kerja baru yang lebih segar, sehingga para pejabat dapat bekerja maksimal sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) demi mendongkrak kembali indeks reformasi birokrasi Kabupaten Boalemo.