POHUWATO,HARIANPOST.ID- Dampak kemarau panjang kini kian meluas. Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dilaporkan mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Kondisi ini pun mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato.
Menyikapi masalah kekeringan itu, anggota DPRD Yuliyani Rumampuk usai Rapat Paripurna penandatanganan berita acara persetujuan bersama Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027, Senin,24 Agustus 2026, kemarin, menyampaikan kepada Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam, agar turut mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
Anggota DPRD dari dapil Popayato serempun, Lemito dan Wanggarasi ini mengatakan bahwa ada masyarakat di wilayah tersebut mengeluhkan sulit mendapat air bersih.
“Untuk itu kami meminta pemerintah daerah lewat pak Wabup untuk mengirimkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) atau mungkin OPD terkait agar bisa mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak,”pinta Yuliyani.
Dalam waktu dekat , Nani, sapaan akrabnya, akan menyewa mobil operasional untuk membantu mendistribusikan air di wilayah bagian Barat Kabupaten Pohuwato itu. Namun, kendati demikian, ia berharap pemerintah daerah turut memikirkan langkah taktis dalam jangka panjang, agar masyarakat yang terdampak kekeringan tetap bisa mendapatkan air bersih sebagai sumber kebutuhan dasar.
“Kami berharap masalah ini dapat kita pikirkan bersama. Pemerintah daerah dan DPRD bisa mencarikan solusi, minimal dengan menyediakan mobil operasional untuk mendistribusikan air bersih,”harapnya.












