Pemkab Boalemo

Meriani Kadir Pimpin KSBN Boalemo, Siap Hidupkan Budaya Lokal

×

Meriani Kadir Pimpin KSBN Boalemo, Siap Hidupkan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini
DPD KSBN Boalemo Resmi Terbentuk, Siap Kawal Pelestarian Khazanah Seni Tradisional.(Foto Istimewa)
DPD KSBN Boalemo Resmi Terbentuk, Siap Kawal Pelestarian Khazanah Seni Tradisional.(Foto Istimewa)

BOALEMO, HARIANPOST.ID– Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Boalemo memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Meriani S. Kadir, S.E., M.Si. Ia resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KSBN Kabupaten Boalemo untuk periode kepengurusan 2026.

​Pelantikan dan pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW KSBN Provinsi Gorontalo, Dr. Alwaritsz Akili Nggole, MP, dalam sebuah prosesi khidmat yang bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Rabu malam, 19 Agustus 2026.

​Dalam menjalankan roda organisasi, Meriani didampingi oleh Andriyanto R. Bakari, S.Pd., M.Pd sebagai sekretaris dan Mey Suaiba sebagai bendahara.

​Pengalaman panjang di bidang seni menjadi landasan kuat bagi Meriani untuk membawa KSBN Boalemo bertransformasi. Organisasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi wadah formal, melainkan rumah bersama yang aktif bagi para seniman, budayawan, komunitas, dan generasi muda dalam merawat kekayaan budaya daerah.

​Menurut Meriani, tantangan pelestarian budaya di era modern semakin kompleks. Arus digitalisasi dan perubahan gaya hidup membuat generasi muda dihadapkan pada berbagai pengaruh budaya luar. Oleh karena itu, pendekatan pelestarian harus dilakukan secara kreatif dan relevan.

​“Kita tidak bisa hanya meminta generasi muda mencintai budaya dengan cara-cara lama. Budaya harus dikemas secara kreatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai dan jati dirinya,” ujar Meriani.

​​Sebagai langkah strategis, Meriani menegaskan pentingnya kolaborasi erat dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh adat, media, hingga masyarakat luas. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk menggali dan mendokumentasikan potensi seni budaya Boalemo yang belum terdata secara maksimal.

​Ia mengingatkan agar berbagai tradisi, kesenian, cerita sejarah, bahasa, hingga kearifan lokal tidak hilang ditelan zaman akibat minimnya dokumentasi.

​“Kita ingin mulai dari pendataan dan dokumentasi. Apa yang kita miliki harus diketahui, dicatat, dan diwariskan. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mendengar cerita bahwa Boalemo pernah memiliki kekayaan budaya tertentu, tetapi tidak lagi mengetahui bentuk dan maknanya,” tegasnya.

​Meriani juga sejalan dengan arahan Ketua DPW KSBN Gorontalo agar program kerja kebudayaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. KSBN Boalemo berkomitmen menghadirkan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk membuka peluang ekonomi kreatif bagi para pelaku seni.

​Selain itu, pelibatan generasi muda menjadi prioritas utama untuk memastikan adanya regenerasi estafet kebudayaan di Boalemo.

​“Kalau kita ingin budaya tetap hidup 10, 20, bahkan 50 tahun ke depan, maka anak-anak muda harus dilibatkan sejak sekarang. Mereka bukan hanya penonton, tetapi harus menjadi pelaku dan penerus kebudayaan,” pungkasnya.