BOALEMO, HARIANPOST.ID- Pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Boalemo mendapat sorotan tajam dari seorang warga. Pasalnya, ia mendapati adanya perlakuan berbeda saat hendak menitipkan makanan untuk warga binaan pada jam istirahat, Ahad 9 Agustus 2026.
Warga yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut menceritakan, dirinya tiba di kantor Lapas Boalemo dan mengetuk pintu untuk menyampaikan titipan makanan. Namun, petugas yang membukakan pintu memintanya untuk bersabar dan menunggu hingga pukul 13.00 WITA karena masih dalam jam istirahat.
“Masih jam istirahat ini, Pak. Tunggu nanti jam satu,” ujar warga tersebut menirukan ucapan petugas.
Meski mengikuti arahan tersebut, ia mengaku heran lantaran berselang tidak lama kemudian, ada warga lain yang datang membawa makanan dan langsung diterima oleh pihak Lapas tanpa harus menunggu jam pelayanan dibuka kembali.
“Saya diminta untuk menunggu hingga jam satu. Kemudian ada warga lain yang mengantarkan makanan langsung diterima. Apa itu bukan pilih kasih?” keluhnya.
Ia pun mempertanyakan konsistensi aturan serta transparansi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan publik di lingkungan Lapas Boalemo, agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif terhadap masyarakat.
Menanggapi aduan tersebut, Kepala Urusan Umum Lapas Boalemo, Sukri Dali, angkat bicara. Saat dikonfirmasi pada Senin (10/8/2026), Sukri dengan tegas membantah tudingan bahwa pihaknya melakukan pilih kasih atau menerima titipan makanan untuk warga binaan di luar jam operasional.
Menurut Sukri, aturan jam istirahat bagi petugas pelayanan berlaku secara disiplin dari pukul 12.00 hingga 13.00 WITA. Seluruh aktivitas layanan kunjungan maupun penitipan barang dan makanan untuk warga binaan otomatis ditunda sementara selama rentang waktu tersebut.
“Waktu istirahat itu jam 12.00 sampai jam 1.00. Jadi ketika orang mengantar makanan atau orang mau besuk pada saat istirahat, kita belum terima karena petugas yang di pelayanan sedang istirahat,” terang Sukri.
Terkait adanya makanan yang terlihat masuk ke dalam area Lapas saat jam istirahat, Sukri menjelaskan bahwa barang tersebut bukan merupakan titipan untuk warga binaan, melainkan pesanan konsumsi untuk para pegawai Lapas yang bertugas.
“Adapun makanan yang masuk pada saat itu, mungkin ada yang melihat orang mengantar makanan. Kebanyakan itu pesanan dari pegawai untuk makan siang. Kadang mereka delivery dari luar untuk mengantar makanan pegawai-pegawai yang di dalam,” tandasnya.












