Kriminal

Mujakir Rajak Soroti SPX Tolangohula Usai Konsumen Dicaci Maki

×

Mujakir Rajak Soroti SPX Tolangohula Usai Konsumen Dicaci Maki

Sebarkan artikel ini
Layanan Jasa Pengiriman SPX Tolangohula
Layanan Jasa Pengiriman SPX Tolangohula

KABGOR,HARIANPOST.ID- Pelayanan jasa pengiriman SPX Tolangohula di Desa Sukamakmur, tengah menjadi sorotan. Hal itu menyusul tindakan tidak mengenakan yang dialami oleh seorang konsumen.

Aktivis Mujakir Rajak mengungkapkan adanya sejumlah persoalan yang dinilai merugikan konsumen. Mulai dari pelayanan pengiriman barang, hingga dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh salah satu kurir terhadap pelanggan.

Mujakir Rajak menjelaskan, pada April hingga Mei 2026 lalu, SPX Tolangohula sempat menghadapi persoalan distribusi paket. Menurutnya, banyak paket yang tidak diantarkan langsung ke alamat penerima, sehingga konsumen harus datang mengambil sendiri di kantor SPX Tolangohula.

Akibat kondisi tersebut, kata Mujakir, tidak sedikit paket yang mengalami kerusakan maupun dikembalikan, karena proses pengiriman tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Persoalan kembali mencuat pada 3 Agustus 2026. Mujakir menyebut seorang konsumen diduga menerima perlakuan yang tidak pantas dari salah satu kurir SPX Tolangohula berinisial YU. Dugaan itu didasarkan pada rekaman pesan suara ( voice note ) yang diterima konsumen.

Dalam rekaman tersebut, kurir diduga melontarkan kata-kata bernada penghinaan dan ancaman kepada konsumen. Diduga, kurir marah kepada konsumen lantaran paket yang diantarnya, dikembalikan oleh konsumen.

“Banyak mulu… kurus kerempeng . Nanti mo baku lia poli uti, nanti baku lia di paket li ngana, ngana kira mo ta antar-antar ngana pe paket,” ungkap Muzakir, Jum’at, 7 Agustus 2026, menirukan perkataan oknum kurir kepada konsumen.

Bahkan kurir tersebut kata Muzakir sempat melontarkan kata-kata makian dalam bahasa Gorontalo. Mujakir Rajak menilai ucapan tersebut telah mengarah pada penghinaan terhadap fisik serta dugaan ancaman kepada konsumen. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan.

Menurut Mujakir, operasional SPX Express yang dijalankan oleh PT Nusantara Ekspres Kilat dan terafiliasi dengan grup perusahaan Shopee serta Sea Group juga patut memberikan perhatian terhadap dugaan kasus tersebut agar pelayanan kepada konsumen tetap profesional dan sesuai standar.

Atas kejadian itu, Mujakir Rajak mendesak agar pimpinan SPX Tolangohula dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal melakukan pembinaan terhadap para kurir. Ia juga meminta dugaan tindakan penghinaan dan ancaman terhadap konsumen diusut secara tuntas.

“Kami akan turun melakukan aksi untuk mengusut tuntas persoalan ini. Perilaku oknum kurir tersebut diduga sudah menyerang fisik melalui ucapan dan memberikan ancaman kepada konsumen. Saat ini kami telah mengantongi data percakapan serta rekaman voice note yang akan menjadi bahan dalam menyampaikan laporan dan tuntutan,” tegas Mujakir Rajak.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait, atas dugaan kekerasan verbal yang dilakukan kurir layanan jasa pengiriman kepada konsumen di Tolangohula.