Kriminal

Tolak Kehadiran Perusahaan Tambang, Pemuda Taluditi Pohuwato Bersatu Melawan Kerusakan

×

Tolak Kehadiran Perusahaan Tambang, Pemuda Taluditi Pohuwato Bersatu Melawan Kerusakan

Sebarkan artikel ini
Helikopter yang Diduga Milik Salah Satu Perusahaan Tambang yang akan Masuk ke Wilayah Taluditi Pohuwato
Helikopter yang Diduga Milik Salah Satu Perusahaan Tambang yang akan Masuk ke Wilayah Taluditi Pohuwato

POHUWATO,HARIANPOST.ID- Dalam beberapa waktu belakangan ini, warga di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, diresahkan dengan aktivitas Helikopter yang mondar – mandir di wilayah itu.

Warga pun menduga, kegiatan Helikopter di wilayahnya itu berkaitan dengan rencana masuknya salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.

Menyikapi hal tersebut, Pemuda Taluditi, Roni Palali dan Hasan Djafar menyatakan dengan tegas menolak kehadiran perusahaan tambang di wilayah Taluditi.

“Jangan sampai Taluditi bernasib seperti Buntulia. Di sana lahan pertanian mati, sungai keruh, dan konflik sosial muncul,”tegas Roni Palali, Kamis, 23 Juli 2026, menolak masuknya investasi pertambangan di wilayah Taluditi.

Setelah mlihat kegiatan perusahaan tambang di Buntulia, kata Roni, pengerukan hasil tambang yang dilakukan oleh perusahaan itu justru minim dinikmati oleh masyarakat sekitar. Bahkan, lapangan kerja bagi masyarakat lokal terbatas dan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh oleh perusahaan. Karena itu, pemuda Taluditi ini menolak dengan tegas investor pertambangan masuk ke wilayah Taluditi.

Senada dengan Roni, pemuda Taluditi Hasan Fjafar menyebut bahwa Taluditi membutuhkan pembangunan, bukan pengrusakan yang hadir atas nama investasi.

Menurut dia, sumber daya yang dimiliki oleh Taluditi akan lebih bermanfaat jika dikelola langsung oleh masyarakat, bukan oleh investor.

“Kami butuh pembangunan, bukan kerusakan. Tolak tambang besar, wujudkan WPR, agar masyarakat lokal yang kelola tanahnya sendiri.
Tanah Taluditi bukan untuk dijual, tapi untuk diwariskan ke anak cucu,”tegasnya menolak investor pertambangan masuk ke wilayah Taluditi.