EditorialPemkab Boalemo

Diplomasi Bupati Rum Pagau Gagal, Sekolah Garuda Batal Dibangun di Boalemo

×

Diplomasi Bupati Rum Pagau Gagal, Sekolah Garuda Batal Dibangun di Boalemo

Sebarkan artikel ini
Sekolah Garuda. (Foto Istimewa)
Sekolah Garuda. (Foto Istimewa)

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Harapan masyarakat Kabupaten Boalemo untuk memiliki fasilitas pendidikan nasional yang prestisius dipastikan pupus.

Langkah politik dan birokrasi yang dilakukan Bupati Rum Pagau, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Boalemo gagal meyakinkan pihak kementerian terkait untuk tetap mempertahankan proyek pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Boalemo.

Kementerian terkait dikabarkan telah mencoret Boalemo dari daftar penerima program dan mengalihkan seluruh rencana pembangunan serta alokasi anggaran ke Kabupaten Gorontalo Utara.

Keputusan ini diambil pusat setelah dokumen mitigasi risiko menunjukkan bahwa lahan yang disiapkan di Boalemo tidak memenuhi kriteria kelayakan, terutama terkait legalitas tanah yang rawan memicu konflik sosial.

​​Sebelumnya, harapan sempat membumbung tinggi saat Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, melakukan kunjungan kerja langsung ke Boalemo.

Saat itu, Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali mendampingi wamen meninjau tiga alternatif lokasi potensial di wilayah Kecamatan Tilamuta dan Wonosari.
​Namun, hasil verifikasi faktual dan telaah hukum oleh tim teknis kementerian justru memberikan penilaian minus.

Lahan eks-HPL (Hak Pengelolaan) yang disodorkan oleh Pemkab Boalemo ternyata masih dikuasai dan digarap secara aktif oleh warga setempat. Adanya keberatan dari masyarakat desa setempat menjadi sinyal merah bagi kementerian.

Sementara Kementerian memiliki standar baku yang sangat ketat untuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Tanah harus berstatus clean and clear. Pusat tidak ingin anggaran negara turun ke lokasi yang di kemudian hari berpotensi tersangkut sengketa hukum atau digugat oleh rakyat sendiri.

Sayangnya, diplomasi yang dilakukan Bupati Rum Pagau dan Pemkab belum mampu menyelesaikan kepastian hukum lahan tersebut dalam waktu cepat. ​Karena kuota pembangunan Sekolah Garuda ini hanya dijatahkan satu unit untuk Provinsi Gorontalo, pemerintah pusat tidak mau membuang waktu dalam ketidakpastian.

Kini fokus kementerian langsung bergeser ke Kabupaten Gorontalo Utara. ​Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama kementerian langsung mengunci lokasi baru di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara.

Wilayah ini dipilih karena dinilai jauh lebih siap secara administrasi dan teknis, lahan seluas 45 hektare merupakan eks-HGU (Hak Guna Usaha) yang telah resmi menjadi aset Pemerintah Daerah, sehingga bebas dari klaim sepihak masyarakat.

​Kegagalan Rum Pagau dan jajaran eksekutif Boalemo dalam mempertahankan proyek ini memicu kekecewaan di tingkat lokal. Sekolah Garuda bukan sekadar sekolah biasa, melainkan megaproyek pendidikan berasrama nasional yang diintegrasikan dengan sektor ketahanan pangan, pertanian modern, dan peternakan.

​Jika berhasil dibangun di Boalemo, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan perputaran ekonomi daerah melalui pemenuhan logistik sekolah, serta menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM) Boalemo secara signifikan.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Prof. Nurdin Baderan, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak Pemda belum menerima pemberitahuan secara resmi mengenai pembatalan tersebut.

​”Belum ada pemberitahuan resmi. Sampai sekarang Pemda sementara proses sertifikasi tanah di BPN untuk SMA Garuda,” ucap Sekda Boalemo, Jumat (12/6/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *