POHUWATO,HARIANPOST.ID– Dana plasma milik anggota Koperasi Bukit Sawit Popayato (BSP) diduga ditilep. Anggota koperasi BSP, siang tadi, Selasa, 21 April 2026, melapor ke DPRD Pohuwato.
Ketua Komisi III DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, menyambut baik kehadiran anggota koperasi BSP di gedung Parlemen Pohuwato itu. Terkait aduan dana plasma yang diduga digelapkan pengurus kata Nasir, menjadi persoalan serius yang harus diseriusi pemerintah daerah dan DPRD Pohuwato.
Nasir bilang, DPRD akan mengundang pemerintah daerah hingga pengurus Koperasi BSP dalam Rapat Dengar Pendapat yang dijadwalkan digelar Senin pekan depan.
“Semua pihak yang terkait masalah ini akan kita hadirkan, guna menindaklanjuti aduan anggota koperasi yang merupakan warga Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur ini. Jika benar uang milik anggota Koperasi ini digelapkan, maka DPRD akan merekomendasikan untuk masalah ini diselesaikan di ranah hukum,”tegas Nasir Giasi.
Upaya itu kata Nasir harus dilakukan, agar tidak ada pihak- pihak yang berani bermain – main dengan hak masyarakat. Apalagi, Nasir sendiri mengetahui bahwa upaya dalam merealiskan hak plasma ini membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga siapapun yang dengan sengaja menggelapkan uang milik anggota koperasi ini, kata dia harus diproses hukum.
“Kita akan dengarkan nanti di RDP. Jika benar ini digelapkan, maka itu harus diproses dengan hukum yang berlaku,”tegasnya lagi.
Sementara itu, anggota koperasi BSP menyampaikan kepada Nasir Giasi bahwa ada puluhan anggota koperasi yang saat ini belum menerima hak plasma yang harus dibayarkan setiap tiga bulan sekali itu.
Diketahui, koperasi BSP binaan PT Sawit Tiara Nusa (STN) itu wajib membayarkan SHP Rp350 ribu kepada setiap anggota.
“Kami hanya menuntut hak kami, kalau para pengurus tidak amanah, maka kami meminta DPRD dan pemerintah daerah untuk mengganti pengurusnya. Bukan hanya ketua, tetapi pengawas, penasehat dan pengurus lainnya juga harus diganti,”pinta warga.
Sebelumnya, ketua Koperasi BSP Hamid Liputo mengatakan bahwa keterlambatan pembayaran dana plasma tersebut diakibatkan oleh dirinya yang sedang dalam keadaan sakit. Untuk pembayaran sisa dana plasma itu kata dia akan diselesaikan Rabu- Kamis, pekan ini.
“Saya bukan menghindar untuk menyelesaikan sisa pembayaran plasma. Saya masih berobat, dan pembayaran sisa plasma itu akan dilakukan Minggu depan,”ungkap Hamid saat dikonfirmasi, Ahad, 19 April 2026.












