Dekab Pohuwato

Ditempa di Akmil Magelang, Beni Nento Tegaskan DPRD Siap Amankan Program Prabowo-Gibran di Pohuwato

×

Ditempa di Akmil Magelang, Beni Nento Tegaskan DPRD Siap Amankan Program Prabowo-Gibran di Pohuwato

Sebarkan artikel ini

POHUWATO,HARIANPOST.ID– Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento ditempa lima hari di Akdemi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, dalam agenda Retret Ketua DPRD se Indonesia.

Dimulai 15 April sampai 19 April 2026 itu mempertemukan 557 pimpinan legislatif dari berbagai daerah. Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, pimpinan DPRD ini ditempa untuk menyatukan visi pembangunan demi mempercepat akselerasi program pusat di tingkat daerah.

Salah satu poin paling krusial dalam retret tersebut kata Beni Nento, adalah pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya persatuan. Presiden mengajak pimpinan DPRD membangun komunikasi yang harmonis demi kepentingan rakyat, tanpa tersekat perbedaan warna politik.

“Retret ini memberikan pemahaman yang sangat mendalam bagi kami di daerah. Intinya adalah bagaimana kebijakan pusat, terutama agenda strategis pemerintahan Prabowo–Gibran, dapat terimplementasi secara selaras dan tanpa hambatan di daerah,” ungkap Beni Nento, Selasa, 21 April 2026.

Dalam retret tersebut, pimpinan legislatif ini menerima materi intensif dari Lemhannas RI dan menteri kabinet. Beberapa isu prioritas yang menjadi sorotan utama antara lain, swasembada pangan, hilirisasi industri, ketahanan nasional dan Gizi.

Beni bilang, hasil retret ini menjadi bekal penting dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD. Ia tak ingin ada  kesenjangan informasi yang membuat daerah tertinggal dari ritme kerja pemerintah pusat.

“Jangan sampai pusat sudah melangkah jauh, tapi kita di daerah malah tidak tahu atau tidak siap. Peran DPRD di sini sangat vital sebagai jembatan agar sinkronisasi RPJMN dan RPJMD benar-benar searah,” tegasnya lagi.

Setelah retret ini, DPRD Pohuwato berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan visi Indonesia Emas, bukan sekadar jargon, melainkan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Bumi Panua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *