Peristiwa

Sempat Tinggalkan Rumah, Pemuda Asal Boalemo Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun

×

Sempat Tinggalkan Rumah, Pemuda Asal Boalemo Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun

Sebarkan artikel ini
Pemuda 19 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pondok Kebun Boalemo.(Foto: Polres Boalemo)
Pemuda 19 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pondok Kebun Boalemo.(Foto: Polres Boalemo)

​BOALEMO, HARIANPOST.ID- Warga Dusun 5 Lasongge, Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, mendadak digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tewas gantung diri di sebuah pondok kebun, Rabu, 28 Oktober 2026.

​Korban diketahui berinisial MAD (19), seorang pemuda berprofesi petani yang sehari-hari tinggal di dusun setempat.
​Kapolsek Dulupi melalui laporan piket kepolisian mengungkapkan, peristiwa tragis ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Usman A. Oje (25). Saat hendak pergi ke kebun sekitar pukul 07.00 WITA, saksi mencium bau tidak sedap saat melewati sebuah pondok kebun milik warga.

​Merasa curiga, saksi lantas mendekati sumber bau tersebut dan kaget bukan kepalang mendapati korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi gantung diri.

​”Saksi yang mencium bau tidak sedap mendatangi sumber bau tersebut dan mendapati korban sudah gantung diri. Saksi kemudian melaporkannya kepada Kepala Dusun setempat,” ungkap pihak kepolisian.

​Mendapat laporan tersebut, Kepala Dusun 5 Lasongge yang juga merupakan paman korban, Hasan Genti (55), bersama warga langsung bergegas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

​Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, korban menggunakan seutas tali nilon berdiameter 7 milimeter yang diikatkan pada palang bangunan pondok dengan ketinggian sekitar dua meter. Berdasarkan kondisi di lapangan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sejak dua hari lalu.

​Sementara itu, orang tua angkat korban, Kardin Kasim (56), menceritakan bahwa korban sudah sekitar satu bulan terakhir meninggalkan rumah tanpa alasan yang jelas. Selama kurun waktu tersebut, korban memilih tinggal berpindah-pindah dari satu pondok kebun ke pondok kebun milik warga lainnya, serta dikenal kurang bergaul dengan masyarakat sekitar.

​Dari hasil pendalaman dan keterangan di lapangan, aparat kepolisian bersama warga menduga aksi nekat ini dipicu oleh depresi akibat masalah pribadi yang dialami korban selama meninggalkan rumah.

​Kendati demikian, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas serta menolak untuk dilakukan autopsi (visum et repertum).

​Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Dulupi menuju rumah duka di Dusun 5 Lasongge, Desa Tangga Barito, untuk disemayamkan dan rencananya segera dimakamkan oleh pihak keluarga.