POHUWATO, HARIANPOST.ID – Sebanyak 150 anak yatim piatu dan kaum dhuafa di 15 desa binaan menerima santunan dari perusahaan PT. Biomasa Group.
Lewat program Biomasa Peduli, santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat penerima manfaat.
“Program Biomasa Peduli sosial ini bukan hanya semata bertujuan memberikan bantuan dalam bentuk materi terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan, namun juga untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan. Harapan kami semoga dengan santunan yang kami berikan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari bagi penerima, dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan dan pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan di wilayah, khususnya sekitar perusahaan,” ucap Direktur Biomasa Group, Zunaidi, Rabu, 30 September 2026.
Zunaidi bilang bahwa program santunan yatim piatu dan kaum dhuafa ini merupakan program rutin perusahaan setiap triwulan (setiap tiga bulan). Di mana setiap penerima dan distribusi santunan tersebut terlebih dahulu diajukan oleh pemerintah desa binaan.
Untuk diketahui, desa binaan perusahaan Biomasa Group berjumlah 15 desa. Setiap desa binaan mengusulkan 10 penerima bantuan. Sehingga dalam tiga bulan, terkumpul sebanyak 150 penerima paket bantuan. Itu berarti, dalam satu tahun Biomasa Group menyalurkan bantuan sebanyak 600 paket.
Setiap paket bantuan berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, dan gula 2 kg. Sehingga, selama 1 tahun santunan yang diberikan adalah 3.000 kg beras, 600 liter minyak goreng, dan 1.200 kg gula.
Program santunan kepada yatim piatu yang disalurkan oleh perusahaan ini pun mendapatkan apresiasi dari kepala desa binaan.
“Terkait bantuan santunan anak yatim dari perusahaan PT IGL dan BTL, kami dan masyarakat mengucapkan terimakasih karena telah mengadakan program ini,” ucap Kades Telaga Biru.
Program ini, menurut dia, sangat membantu masyarakat, khususnya anak yatim, yang selama ini bantuannya tidak teranggarkan dalam dana desa.
“Sehingga dengan bantuan ini, pemerintah desa terbantukan dengan adanya program tersebut. Terima kasih atas bantuannya,” ucap Kades Telaga Biru.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Kelapa Lima, Kecamatan Popayato Timur.
“Terima kasih atas kepedulian perusahaan PT IGL, BTL, dan BJA yang mengembangkan usaha di wilayah Kabupaten Pohuwato dan mengadakan program yang menyentuh serta membangun warga desa, serta memberikan bantuan dan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Warga pun sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian perusahaan terhadap warga desa binaan, semoga perusahaan sukses dan semakin jaya kedepannya,” ucap Kepala Desa Kelapa Lima.
Sementara itu, salah satu penerima santunan memberikan ucapan terima kasih kepada perusahaan atas bantuan yang ia terima tersebut.
“Semoga bantuan dari perusahaan membawa keberkahan dan semoga perusahaan selalu diberikan kelancaran dan kemajuan. Saya sangat bersyukur karena sudah dapat bantuan dari perusahaan. Semoga perusahaan IGL akan semakin maju lagi,” ucap salah seorang penerima bantuan.
Di samping program CSR Santunan Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa tersebut, Biomasa Group juga menyalurkan CSR Peduli Pendidikan dalam bentuk beasiswa yang diberikan setiap bulan terhadap 13 anak untuk setiap desa binaan. Sehingga total penerima program tersebut sebanyak 195 anak.
“Program lainnya yang bersifat rutin adalah program CSR Bantuan Iuran Bulanan BPJS Ketenagakerjaan Mandiri (Bukan Penerima Upah) terhadap warga masyarakat desa binaan yang sudah terealisasi sebanyak 215 peserta dari warga 15 desa binaan. Program CSR dari Biomasa Group ini sejalan dengan program UCJ (Universal Coverage Jamsostek) Pemerintah Daerah Pohuwato untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang rentan secara sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja dan kematian,” jelas Zunaidi. (Adv)












