GORONTALO, HARIANPOST.ID- Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Provinsi Gorontalo menjadi momentum krusial konsolidasi parpol. Kegiatan ini sekaligus menegaskan arah politik baru partai berlambang Ka’bah tersebut dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo, Ismet Mile, menegaskan bahwa pelantikan pengurus enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-Provinsi Gorontalo tidak boleh hanya berhenti sebagai agenda seremonial belaka.
Di hadapan jajaran pengurus yang baru dilantik, Ismet langsung memasang target politik besar, mengembalikan kejayaan PPP melalui penambahan kursi di DPRD serta merebut kembali basis-basis politik yang pernah menjadi kekuatan utama partai.
“Hari ini bukan sekadar pelantikan. Ini adalah awal dari tanggung jawab besar untuk membesarkan PPP. Setelah seluruh DPC terbentuk, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bergerak,” tegas Ismet di hadapan ratusan kader PPP Gorontalo, Ahad 12 Juli 2026.
Bagi Bupati Bone Bolango ini, terbentuknya kepengurusan DPC di seluruh kabupaten dan kota memiliki arti penting bagi perjalanan organisasi. Ia menyebut capaian tersebut lahir melalui proses panjang yang tidak sederhana.
“Membentuk kepengurusan bukan pekerjaan sehari dua hari. Kita memilih orang-orang yang benar-benar siap mengabdi kepada partai, siap bekerja, dan siap bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya.
Namun, Ismet mengingatkan bahwa konsolidasi organisasi hanya akan bermakna apabila mampu meningkatkan kepercayaan konstituen. Karena itu, ia secara terbuka menginstruksikan setiap DPC untuk memiliki target perolehan kursi legislatif yang jelas pada pemilu berikutnya.
“Saya ingin setiap DPC punya target yang jelas. Kabupaten Gorontalo harus bertambah kursinya, Bone Bolango juga harus meningkat. Bahkan Gorontalo Utara harus kembali memiliki wakil PPP di DPRD. Itu bukan mimpi kalau kita bekerja serius,” kata Ismet optimistis.
Ismet mengingatkan bahwa PPP memiliki modal sejarah yang sangat kuat di Bumi Serambi Madinah. Partai ini tercatat pernah mengirimkan wakil ke DPR RI, menduduki kursi Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, hingga melahirkan kepala daerah.
Menurutnya, sejarah manis tersebut tidak boleh hanya sekadar dikenang, melainkan harus menjadi bahan bakar motivasi bagi seluruh kader dalam menyusun strategi politik yang efektif di tengah masyarakat.
Di sela-sela pidatonya, Ismet juga mengajak seluruh kader untuk menyempatkan doa bersama bagi almarhum Rachmat Gobel yang wafat beberapa waktu lalu. Ismet mengaku memiliki kedekatan emosional dan politik yang erat dengan tokoh nasional asal Gorontalo tersebut.
“Saya pernah menjadi Ketua Tim Pemenangan beliau pada Pemilu Legislatif 2024. Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Gorontalo,” ungkapnya penuh khidmat.
Meski dalam suasana duka, Ismet berpesan agar semangat membangun daerah tidak boleh surut. Kesejahteraan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama yang diperjuangkan lewat kebijakan politik.
Menutup arahannya, Ismet menekankan bahwa kemenangan politik tidak bisa diraih hanya dengan mengandalkan nama besar masa lalu. PPP harus mampu hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan keluh kesah, serta menawarkan solusi konkret.
Ia juga meminta seluruh DPC untuk tetap membuka ruang komunikasi yang sehat dengan berbagai elemen, termasuk partai politik lain demi kemajuan daerah.
“Kompetisi politik itu penting, tetapi komunikasi juga harus dijaga. Daerah ini akan maju kalau semua pihak bisa bekerja sama membangun Gorontalo,” tuturnya.
Ia pun meminta seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera turun ke lapangan dan memperkuat simpul massa hingga tingkat paling bawah.
“Kalau organisasi solid, kader bekerja, dan masyarakat melihat manfaat kehadiran PPP, saya yakin partai in












