Pemkab Boalemo

Bupati Boalemo Dorong Penguatan Nilai Demokrasi dari Akar Rumput

×

Bupati Boalemo Dorong Penguatan Nilai Demokrasi dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini
Perkuat Demokrasi, Bupati Boalemo Resmikan Desa Peduli Demokrasi.(Foto Istimewa)
Perkuat Demokrasi, Bupati Boalemo Resmikan Desa Peduli Demokrasi.(Foto Istimewa)

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, menegaskan bahwa pencanangan Desa Peduli Demokrasi merupakan terobosan krusial dalam memperkuat sendi-sendi kehidupan demokrasi, sekaligus menegaskan kembali bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.

​Hal tersebut disampaikan Bupati Rum Pagau saat menghadiri kegiatan Pencanangan Desa Peduli Demokrasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Boalemo, Kamis, 5 November 2026.

​Menurut Rum Pagau, dalam tatanan sistem demokrasi, rakyat memegang hak dan kewenangan penuh untuk menentukan arah kepemimpinan bangsa, baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, hingga ke level pemerintahan desa.

​Ia menjelaskan, peran penting masyarakat sangat menentukan figur-figur yang akan memimpin negara dan daerah, mulai dari kepala negara, anggota DPR RI, DPD RI, gubernur, bupati, wali kota, hingga pemimpin di tingkat desa melalui mekanisme proses demokrasi yang sah.

​“Rakyat yang menentukan siapa pemimpin kita, mulai dari kepala negara, anggota DPR RI, DPD RI, provinsi dan kabupaten, gubernur, wali kota dan bupati, hingga tingkat desa. Semua itu ditentukan oleh rakyat,” tegas Rum Pagau.

​Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa di era reformasi saat ini, pelaksanaan demokrasi langsung telah menjadi pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kendati demikian, tantangan terbesar ke depan bukan sekadar bagaimana melaksanakan pesta demokrasi, melainkan bagaimana cara menjaga dan merawat nilai-nilai luhur demokrasi agar terus berjalan secara substansial.

​Oleh karena itu, melalui momentum pencanangan Desa Peduli Demokrasi ini, Bupati Rum Pagau berharap kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal kehidupan demokrasi dapat terus meningkat. Di samping itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman bersama bahwa merawat demokrasi adalah tanggung jawab kolektif.

​“Dengan demikian, demokrasi tidak hanya dimaknai sekadar proses memilih pemimpin secara periodik, tetapi juga sebagai ikhtiar nyata dalam menjaga kedaulatan rakyat serta memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.