BOALEMO, HARIANPOST.ID- Babak baru perjuangan sektor pertanian di Kabupaten Boalemo resmi dimulai. Ayuni Nur Siami, S.IP., M.KP. dipercaya untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Boalemo periode 2026–2031.
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua DPW TMI Provinsi Gorontalo, Safitriandi Uno, SH., serta disaksikan oleh Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, bersama jajaran pengurus pusat di Gedung Citra Ayu Tilamuta, Rabu 19 Agustus 2026.
Mengemban amanah baru ini, Ayuni menegaskan tekadnya untuk menjadikan TMI Boalemo bukan sekadar organisasi, melainkan rumah bersama bagi para petani.
Organisasi ini diproyeksikan sebagai wadah utama dalam memperjuangkan kesejahteraan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Di hadapan para pengurus dan tamu undangan, Ayuni mengajak seluruh anggota untuk menanggalkan sekat-sekat kepentingan dan bergerak bersama dengan mengusung semangat gotong royong.
”Mari kita bahu-membahu, kerja sama, konsisten, dan solid melalui organisasi ini untuk mewujudkan petani sejahtera,” tegas Ayuni.
Menurutnya, cita-cita besar menyejahterakan petani tidak bisa diwujudkan seorang diri. Hal tersebut membutuhkan kekuatan kolektif organisasi, kekompakan anggota, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, DPD TMI Boalemo siap membangun sinergi yang lebih kuat dengan Pemerintah Kabupaten Boalemo, terutama dalam mendorong program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan harian petani di lapangan.
Tidak hanya berfokus pada sektor tanaman pangan, Ayuni juga memastikan bahwa perhatian TMI Boalemo akan mencakup sektor peternakan, perkebunan, serta berbagai usaha produktif pedesaan lainnya.
”Kami ingin TMI hadir memberikan manfaat nyata. Bukan hanya berbicara tentang petani, tetapi ikut bergerak bersama petani,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW TMI Provinsi Gorontalo, Safitriandi Uno, menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru ini. Ia menginstruksikan agar DPD TMI Boalemo mampu bertindak sebagai jembatan yang kuat antara program-program pemerintah dengan kebutuhan riil petani di lapangan.
Safitriandi mengingatkan bahwa TMI hadir untuk murni mengabdi dan memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan daerah, mulai dari pembinaan kelompok tani dan gapoktan, perluasan akses pasar, hingga penerapan teknologi pertanian modern yang berkelanjutan.
“Dengan kepemimpinan baru ini, TMI Boalemo membawa pesan kuat bahwa petani tidak boleh berjalan sendirian. Pemerintah, organisasi, dan masyarakat harus bergandengan tangan demi mewujudkan pertanian yang kuat, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Boalemo,” tutur Safitriandi Uno.












