POHUWATO,HARIANPOST.ID- Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Popayato, jadi pemandangan tak biasa yang belakangan ramai dikeluhkan masyarakat di wilayah barat Kabupaten Pohuwato itu.
Seperti yang terlihat, Kamis siang, 3 September 2026, antrean kendaraan hingga ratusan meter menunggu giliran untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pertalite. Bahkan, panjang antrean mulai terlihat dari jembatan Desa Maleo, Popayato Timur, atau tepatnya dari bagian utara SPBU.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kabupaten Pohuwato memang mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM pertalite. Anehnya, di tengah kelengkaan tersebut, banyak pom mini yang memiliki ketersediaan BBM yang dijual dengan harga tak wajar, yakni Rp25 ribu untuk setiap satu botol BBM, 1.5 liter.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Popayato, Zulkifili Latif mengaku resah dengan antrean panjang tersebut. Tidak hanya disebabkan oleh kelangkaan BBM, kondisi itu menurutnya juga diperparah oleh para penimbun BBM.
“Kami sangat menyayangkan kondisi yang terjadi di SPBU Popayato saat ini. Antrean sangat panjang dan warga biasa kesulitan dapat Pertalite, bahkan di depot kecil harganya sudah meroket sampai 25 ribu per 1,5 liter. Ini terjadi karena dugaan kuat maraknya praktik penimbunan oleh oknum-oknum tertentu,” tegas Zulkifli.
Parahnya lagi, kata dia, praktik penimbunan BBM yang dilakukan itu, lengah oleh pengawasan pengelola SPBU dan pihak Kepolisian setempat. Dirinya mempertanyakan komitmen pihak pengelola dan mendesak agar ada transparansi, jangan sampai timbul spekulasi di tengah masyarakat bahwa pihak SPBU ikut meraup keuntungan dari pembiaran aktivitas ilegal tersebut.
Pengelola SPBU Popayato sendiri diketahui adalah salah satu anggota DPRD Pohuwato. Karena itu, Zulkifli meminta pengelola yang juga wakil rakyat dapil Popayato serumpun itu dapat melakukan pengawasan, guna memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran.
Selain itu, dirinya juga mendesak Polsek Popayato bertindak tegas terhadap oknum- oknum yang melakukan menimbunan BBM bersubsidi.
“Seharusnya ada tindakan tegas dan patroli rutin untuk menindak oknum pengantre nakal atau penimbun BBM ini. Kami mendesak Polsek Popayato dan Polres Pohuwato segera turun tangan menertibkan SPBU Popayato agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan,” pintanya.












