BOALEMO, HARIANPOST.ID- Langkah Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk menjadi salah satu sentra penghasil sapi unggulan di kawasan Indonesia Timur mendapat angin segar dari pemerintah pusat.
Guna mengakselerasi populasi dan mutu genetik ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) RI resmi memberikan jaminan bantuan 20.000 dosis semen beku secara berkelanjutan setiap tahunnya.
Kepastian dukungan ini disampaikan langsung oleh Bupati Boalemo, Rum Pagau, di sela-sela kegiatan panen raya pedet (anak sapi) hasil program Inseminasi Buatan (IB) yang berlangsung di Desa Bongo IV dan Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, Ahad, 14 Juni 2026.
Rum Pagau menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan serta komitmen kuat dari Kementerian Pertanian dalam mendukung peternak lokal di Boalemo.
“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian. Setiap tahun Boalemo akan menerima bantuan 20.000 dosis semen beku secara kontinu. Ini berarti kita menargetkan tambahan sekitar 20.000 ekor sapi berkualitas setiap tahunnya,” ucap Bupati Rum Pagau.
Melalui intervensi teknologi reproduksi modern berupa Inseminasi Buatan (IB) dan Transfer Embrio (TE) ini, Kabupaten Boalemo kini fokus mengembangbiakkan tujuh jenis sapi unggulan dunia.
Beberapa di antaranya merupakan ras premium dengan kualitas daging terbaik dan harga jual tinggi, seperti Belgian Blue, Simmental, Limousin, hingga Wagyu.
Penerapan teknologi peternakan modern ini dinilai menjadi jawaban konkret atas tingginya permintaan pasar terhadap komoditas sapi berkualitas tinggi. Terlebih lagi, posisi strategis Boalemo sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan pasokan ternak ke wilayah Kalimantan yang selama ini belum mampu dipenuhi secara maksimal.












