Pemkab Bonebolango

Pemkab Bone Bolango Gerak Cepat Distribusikan Air Bersih ke 1.763 KK

×

Pemkab Bone Bolango Gerak Cepat Distribusikan Air Bersih ke 1.763 KK

Sebarkan artikel ini
Pemkab Bone Bolango Distribusikan Air Bersih (Sumber Diskominfo)
Pemkab Bone Bolango Distribusikan Air Bersih (Sumber Diskominfo)

BONEBOL,HARIANPOST.ID– Dampak kemarau panjang kini mulai terasa di sebagian besar wilayah di Kabupaten Bone Bolango. Tidak hanya tidak bisa melakukan kegiatan pertanian, warga di wilayah ini juga mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Masalah tersebut menjadi permasalahan serius yang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Hingga 9 September 2026, sebanyak 1.020.060 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di 12 kecamatan dan 28 desa.

Laporan sementara, sedikitnya 1.763 kepala keluarga atau sekitar 6.846 jiwa terdampak kemarau panjang tersebut.

Guna menjawab masalah kekeringan itu, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango pun melakukan distribusi air bersih secara terpadu dengan melibatkan armada dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kementerian, hingga lembaga kemanusiaan.

Sedikitnya ada tujuh armada yang dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan air. Armada tersebut berasal dari BPBD Bone Bolango, BPBD Provinsi Gorontalo, Bone Bolango, BPBPK Provinsi Gorontalo, serta Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.

Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, mengatakan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan seluruh armada yang tersedia.

Menurutnya, penanganan tidak hanya difokuskan pada wilayah yang telah terdampak, tetapi juga menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Setiap laporan dan kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam menentukan titik distribusi berikutnya.

“Distribusi air bersih akan terus dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah terdampak dengan mengoptimalkan seluruh armada yang tersedia,” kata Achril.

Ia menegaskan, koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya desa dan kecamatan yang mengalami dampak kekeringan cukup parah.

“Kami memastikan warga tetap mendapatkan air bersih bukan sekadar bagian dari penanganan bencana, tetapi menyangkut kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi ketika kekeringan mulai memukul kehidupan masyarakat,” pungkasnya.