BONEBOL, HARIANPOST.ID- Masa depan Kabupaten Bone Bolango dinilai bermula dari ruang-ruang kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dari tangan para guru, anak-anak usia dini dibentuk nalar, karakter, hingga disiapkan menjadi generasi penerus estafet kepemimpinan bangsa.
Penegasan itu disampaikan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat menghadiri Pelatihan Guru PAUD tentang Strategi Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak yang dipusatkan di Hotel El Madina, Kota Gorontalo, Kamis, 10 September 2026.
Di hadapan para pendidik, Bupati Ismet Mile meminta agar kapasitas dan jenjang pendidikan guru PAUD terus ditingkatkan. Langkah ini dinilai penting demi mengimbangi perubahan karakter anak serta dinamika perkembangan zaman yang kian pesat.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita mampu mewariskan anak-anak usia dini ini menjadi pelaku, penerus, dan pemimpin masa yang akan datang,” tegas Ismet.
Bahkan, Bupati mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan tinggi hingga jenjang S1, S2, maupun S3. Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia tersebut.
“Pendidikan anak usia dini juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Guru tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi harus mampu menyesuaikan pembelajaran dengan perubahan generasi,” imbuhnya.
Senada dengan Bupati, Bunda PAUD Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, mengingatkan agar proses belajar mengajar anak usia dini tidak dilakukan dengan cara-cara yang penuh paksaan.
Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis tidak boleh dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan di tingkat PAUD.
“Yang paling penting, mereka bisa kita ajarkan sambil bermain, sambil berekreasi,” ujar Ruwaida.
Ia juga mendorong para guru agar lebih kreatif memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai ruang belajar terbuka, termasuk mengoptimalkan kegiatan literasi hijau seperti di Lombongo.
Melalui cara tersebut, anak-anak diajak langsung mengenal alam dan belajar dari pengalaman nyata agar tidak cepat merasa jenuh di dalam kelas.
Lebih lanjut, Ruwaida berpesan agar setiap guru senantiasa memperlakukan anak didik dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri. Sebab, di tangan merekalah cita-cita besar daerah dan bangsa dititipkan.
“Anak-anak kita adalah masa depan kita, masa depan bangsa. Bisa saja ada yang menjadi bupati, gubernur, bahkan presiden,” pungkasnya.












