Pemkab Boalemo

Program Pusat Masuk Boalemo Capai Rp2 Triliun

×

Program Pusat Masuk Boalemo Capai Rp2 Triliun

Sebarkan artikel ini
Bupati Boalemo, Rum Pagau Saat Memimpin Upacara HUT RI ke-81. (Sumber Foto Prokopim Boalemo)
Bupati Boalemo, Rum Pagau Saat Memimpin Upacara HUT RI ke-81. (Sumber Foto Prokopim Boalemo)

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Pemerintah Kabupaten Boalemo tetap menunjukkan komitmen kuat dalam menggenjot roda pembangunan daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Langkah taktis dilakukan dengan memaksimalkan kucuran program dari pemerintah pusat yang tahun ini nilainya diperkirakan mencapai hampir Rp2 triliun.

​Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Bupati Boalemo, Rum Pagau, usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Tilamuta, Senin, 17 Agustus 2026.

​Rum mengungkapkan, pemusatan upacara HUT RI di tingkat kabupaten tahun ini sengaja diambil sebagai langkah pengeluaran yang terukur demi menghemat anggaran, sekaligus mempererat tali silaturahmi lintas jajaran mulai dari kabupaten, kecamatan, desa, hingga seluruh elemen masyarakat.

​“Ini dilakukan karena kita menghemat dana, ada efisiensi. Tapi dengan semua berkumpul di satu tempat, ini lebih khidmat,” ujar Rum di hadapan peserta upacara.

​Meski berada di tengah kondisi anggaran yang terbatas, Bupati memastikan kemeriahan dan substansi peringatan kemerdekaan tetap terjaga dengan baik. “Di ulang tahun ke-81 ini, sangat meriah dilaksanakan walaupun dalam kondisi efisiensi. Memang dananya agak kurang,” tambahnya.

​Dalam arahannya, Rum membeberkan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama prioritas pembangunan daerah. Dari sekitar 350 satuan pendidikan mulai jenjang TK, SD, hingga SMA di Boalemo, pemerintah terus berkejaran dengan waktu untuk memperbaiki fasilitas bangunan yang membutuhkan revitalisasi.

​Setelah sebelumnya menyasar 20 sekolah pada tahun lalu dengan anggaran sekitar Rp15 miliar, tahun ini Pemkab Boalemo kembali mendapat alokasi revitalisasi untuk 63 sekolah ditambah 134 sekolah.

Jumlah tersebut bahkan masih berpotensi bertambah menjadi lebih dari 200 sekolah jika pengunggahan persyaratan tuntas pada September mendatang, dengan estimasi anggaran menyentuh angka Rp200 miliar.

​Selain revitalisasi fisik sekolah, Boalemo juga kebagian program strategis nasional berupa pembangunan Sekolah Rakyat Unggulan (SRU) senilai kurang lebih Rp240 miliar.

Disusul tahun ini dengan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Nasional Terintegrasi dengan pagu anggaran lebih dari Rp350 miliar.

​Bahkan, kepala sekolah untuk program prestisius tersebut telah resmi diangkat, sementara penerimaan murid baru dijadwalkan mulai tahun depan.

Integrasi pendidikan dari jenjang SD hingga SMA ini nantinya akan dipusatkan di tiga lokasi, yakni Kecamatan Paguyaman, Tilamuta, dan satu lokasi baru yang disiapkan di atas lahan minimal 15 hektare, antara Mananggu atau wilayah lainnya.

​​Tidak hanya itu, sektor kelautan juga disentuh lewat tujuh program kampung nelayan, salah satunya dipusatkan di Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, dengan alokasi anggaran mencapai Rp22 miliar.

​Di sisi lain, indikator sosial ekonomi Boalemo menunjukkan tren perbaikan yang positif. Rum menyebutkan bahwa angka kemiskinan dan kasus stunting berhasil ditekan turun, sementara pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan grafik meningkat, termasuk sektor UMKM yang kian bergeliat.

​“Sudah turun sekarang. Stunting kita sudah turun berapa digit. Dan yang jelas sudah turun, dari 17 sudah turun. Dan pertumbuhan ekonomi naik,” pungkas Rum Pagau.