Kriminal

Gunakan Alat Berat, PETI Tangga Barito Boalemo Diduga Kembali Beroperasi

×

Gunakan Alat Berat, PETI Tangga Barito Boalemo Diduga Kembali Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Sham/Harianpost.id)
Ilustrasi (Sham/Harianpost.id)

BOALEMO, HARIANPOST.ID- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Molili’ulo KM 43, Desa Tangga Barito, Kabupaten Boalemo, masih marak. Meski baru mendapatkan penindakan dari Kepolisian, aktivitas ilegal tersebut diduga kuat kembali beroperasi.

​Dugaan ini mencuat setelah empat unit alat berat jenis ekskavator dilaporkan kembali menyusup masuk ke lokasi yang sebelumnya telah ditertibkan oleh Polres Boalemo tersebut.

​Kepala Desa Tangga Barito, Husin Pomolango, membeberkan bahwa keempat alat berat tersebut diduga kuat masuk melalui wilayah Kecamatan Wonosari sekitar lima hari yang lalu.

​”Lima hari kemarin sudah bertambah lagi alat berat sejumlah empat unit. Mereka masuk lewat Wonosari, Pak,” ungkap Husin saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis, 16 Juli 2026.

​Husin mengungkapkan kekecewaannya terkait jalannya penertiban pada 8 Juli 2026 lalu. Sebelum digerebek, ia menyebut ada belasan alat berat yang bebas beroperasi merusak lingkungan di lokasi PETI tersebut.

Namun anehnya, aparat hanya mengamankan empat unit ekskavator.​Mirisnya lagi, dari empat unit yang disita, tidak semuanya sampai ke markas polisi.

​”Dari empat unit ekskavator ini, cuma tiga unit yang dimuat sampai ke Polres. Yang satu unit katanya rusak di tengah perjalanan,” sentil Husin.

​​Melihat para pelaku PETI yang kembali menantang hukum, Husin mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak lebih tegas, serius, dan tanpa kompromi guna menghentikan total penambangan ilegal di kawasan tersebut.

​Ia menegaskan, perlawanan dan penolakan keras dari masyarakat setempat sama sekali tidak ditunggangi oleh kepentingan politik atau bisnis pihak tertentu. Ini murni jeritan hati warga yang khawatir akan bencana lingkungan di masa depan.

​”Kami sekarang berjuang untuk menolak PETI ini tidak ada tendensi apa-apa, Pak. Murni demi masa depan anak-cucu kami. Kami tidak punya modal apa-apa selain semangat menjaga lingkungan,” pungkasnya.