JAKARTA, HARIANPOST.ID- Pimpinan DPR RI memamerkan langkah cepat dalam merespons tuntutan mahasiswa terkait isu anggaran negara dan subsidi energi.
Dalam audiensi yang digelar di Gedung DPR RI, Jumat (19/6/2026), DPR mengungkap adanya potensi penghematan fantastis sebesar Rp 70 triliun pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun anggaran 2027.
Potensi efisiensi ini terungkap setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan panggilan telepon langsung di hadapan mahasiswa dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryanti Deyang.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menjelaskan, penghematan jumbo tersebut merupakan hasil evaluasi total yang dilakukan oleh manajemen baru BGN terhadap pos-pos anggaran yang dianggap tidak efisien.
”Tadi Pak Dasco komunikasi langsung dengan Kepala BGN, Bu Nanik, dan dalam sisa waktu itu ada penghematan terkait dengan tata kelola MBG ini sekitar 70 triliunan,” kata Saan dikutip dari kompas.com, Ahad 21 Juni 2026.
Saan menyebutkan bahwa penghematan ini bukan berarti mengurangi porsi atau kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat. Sebaliknya, BGN melakukan penyisiran terhadap alokasi operasional dan tata kelola kelayakan program yang selama ini dinilai tidak efektif.
”Dari hasil penyisiran terhadap program-program MBG yang tidak efisien dan lain sebagainya,” jelas Saan mengenai langkah bersih-bersih anggaran tersebut.
Tidak hanya soal makan siang gratis, mahasiswa juga membawa rapor merah dari daerah terkait sektor energi, khususnya lonjakan harga Pertamax dan kelangkaan BBM penugasan (bersubsidi).
Menariknya, mekanisme “diplomasi telepon langsung” kembali dilakukan oleh pimpinan DPR. Dasco langsung menghubungi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar keluhan mahasiswa didengar langsung oleh pengambil kebijakan tertinggi di sektor energi.
Dalam pembicaraan tersebut, Menteri ESDM berkomitmen untuk segera menyalurkan pasokan tambahan ke wilayah-wilayah yang dilaporkan mengalami kelangkaan.
Saan mengapresiasi cara mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Walaupun datang dengan kritik yang tajam, kelompok mahasiswa ini menegaskan pentingnya menjaga roda ekonomi dan situasi politik tetap kondusif.
DPR dan mahasiswa sepakat bahwa instabilitas nasional hanya akan memperburuk keadaan masyarakat kecil di tengah situasi global yang dinamis.
”Tapi semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional. Karena stabilitas politik dan ekonomi bisa berdampak terhadap banyak faktor,” pungkas Saan.












