GORONTALO,HARIANPOST.ID- Masyarakat Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula masih menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk segera membangun jembatan, guna memudahkan masyarakat dalam beraktivitas.
Di tengah harapan yang belum terwujud itu, masyarakat Polohungo saat ini masih harus bersabar dan berjuang menyebrangi sungai. Siang tadi, Selasa, 10 Maret 2026, sejumlah warga tampak bahu – membahu mengangkat motor untuk menyebrangi sungai.
Kondisi ini seolah menjadi potret biasa yang dialami warga Desa Polohungo. Warga harus menempuh perjalanan dengan menyebrangi sungai, tanpa melihat kondisi dalam keadaan banjir atau tidak. Begitu juga dengan anak-anak yang hendak pergi ke sekolah, para petani yang ingin menuju kebun, hingga masyarakat yang ingin menjalankan kegiatan ibadah selama bulan Ramadan, harus menghadapi kondisi yang kurang nyaman ini.
Mujakir Rajak, Pemuda Desa Polohungo mengatakan bahwa msyarakat sangat berharap agar pembangunan jembatan tersebut dapat segera direalisasikan.
“Jika jembatan ini dibangun, maka akses transportasi akan kembali lancar, aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah, dan kehidupan warga dapat kembali berjalan dengan normal,”kata Muzakir.
Harapan besar masyarakat adalah agar pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Jembatan tersebut bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga menjadi penghubung kehidupan, perekonomian, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat Desa Polohungo.
“Semoga dalam waktu dekat pembangunan jembatan tersebut dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih tenang dan penuh keberkahan,”harapnya.












