GORONTALO,HARIANPOST.ID– Sejumlah desa di Kecamatan Asparaga, Gorontalo, beberapa waktu lalu dilanda banjir. Kondisi ini memicu perhatian pemuda Asparaga, Nur Kholis Arbie.
Pemuda Desa Olimohulo ini mengatakan bahwa faktor cuaca bukanlah penyebab tunggal yang mengakibatkan banjir di Asparaga, terlebih banjir yang terjadi di Desa Olimohulo. Ada faktor lain, yakni saluran air yang sudah tidak layak. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo didorong mengambil langkah nyata dalam menangani persoalan banjir yang terus berulang di Desa Olimohulo dan sejumlah wilayah di Kecamatan Asparaga.
Dia bilang masyarakat sudah terlalu lama hidup dalam ancaman banjir tanpa adanya solusi konkret dari pemerintah daerah. Setiap musim penghujan tiba, warga selalu dihantui rasa takut karena air dengan cepat meluap ke permukiman, merendam rumah, merusak perabotan, memutus akses jalan, hingga melumpuhkan aktivitas masyarakat dan pendidikan anak-anak.
“Ini bukan kejadian pertama. Hampir setiap musim hujan masyarakat selalu menjadi korban. Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan dan kondisi di lapangan, tetapi sampai hari ini belum ada tindakan nyata yang benar-benar menyelesaikan masalah. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru pemerintah bergerak,” tegas Nur Kholis Arbie, dalam keterangannya, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia mewanti Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk tidak hanya datang melakukan peninjauan atau sebatas koordinasi formalitas, melainkan segera merealisasikan langkah konkret seperti pelebaran dan pendalaman plat deker, normalisasi aliran sungai, serta pembangunan sistem drainase yang memadai sesuai kondisi wilayah saat ini.
Menurutnya, masyarakat Asparaga tidak membutuhkan janji yang terus diulang setiap tahun, tetapi membutuhkan kepastian dan keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan serta kehidupan warga yang terus dirugikan akibat banjir berkepanjangan.
“Kami sebagai masyarakat, khususnya anak muda Asparaga, meminta dengan serius agar Pemerintah Kabupaten Gorontalo segera menjadikan persoalan ini sebagai prioritas utama. Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam penderitaan dan kerugian setiap tahun hanya karena lambatnya penanganan infrastruktur,” ujarnya.
Nur Kholis Arbie berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan dengan kebijakan dan tindakan nyata, agar masyarakat Asparaga khususnya Desa Olimohulo dan wilayah terdampak lainnya dapat hidup lebih aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman banjir yang terus berulang.












