Hukum

Aktivitas PETI di Tangga Barito Boalemo Kian Masif, Alat Berat Bertambah Jadi 6 Unit

×

Aktivitas PETI di Tangga Barito Boalemo Kian Masif, Alat Berat Bertambah Jadi 6 Unit

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

​BOALEMO, HARIANPOST.ID- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Molili’ulo KM 43, Wilayah Huwata, Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, dilaporkan semakin marak. Meski terus menjadi sorotan publik, jumlah alat berat di lokasi tersebut justru terpantau bertambah.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah alat berat jenis excavator yang beroperasi di lokasi PETI Huwata kini membengkak dari empat unit menjadi enam unit.

​Kepala Desa Tangga Barito, Husin Pomolango, membenarkan adanya penambahan alat berat di wilayahnya tersebut. Ia menyebut, hingga Jumat (24/7/2026), sudah ada enam unit excavator yang beraktivitas di lokasi.

​”Ada, Pak. Nama lokasinya Huwata. Di lokasi tersebut sekarang ada enam excavator,” kata Husin saat dikonfirmasi wartawan.

​Penambahan alat berat ini memperkuat dugaan bahwa penambangan ilegal di kawasan Huwata tak hanya masih berlangsung, tetapi juga kian masif. Kondisi ini pun memicu pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan serta penegakan hukum dari aparat kepolisian setempat.

​Menanggapi hal tersebut, Kapolres Boalemo melalui Kasat Reskrim Iptu Nurwahid Kiay Demak menegaskan bahwa pihak kepolisian telah turun tangan dan menindak aktivitas di lokasi tersebut.

​”Kami melakukan penindakan di lokasi tersebut, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” ujar Iptu Nurwahid saat dihubungi media, Sabtu (25/7/2026).

​Mengenai kabar bertambahnya excavator yang beroperasi di tengah proses hukum yang berjalan, Iptu Nurwahid menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

​”Kami akan lakukan pengecekan kembali terkait informasi tersebut. Terima kasih atas informasinya,” pungkasnya.