BOALEMO,HARIANPOST.ID- Rekomendasi Dinas Pertanian Boalemo untuk petani yang ingin melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dinilai janggal.
Hal ini menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat kepada DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi II DPRD Boalemo, Rabu, 9 September 2026. Namun sayang dalam RDP tersebut tidak dihadiri oleh Dinas Pertanian Boalemo.
Warga Kecamatan Mananggu, Muhammad Ridwan menilai ketidakhadiran Dinas terkait itu membuat dirinya bersama warga yang mengeluhkan rekomendasi tersebut, tidak mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah rekomendasi yang menjadi perhatian dalam RDP.
“Ini sangat disesalkan bagi kami selaku masyarakat Kecamatan Mananggu. Kami meminta kejelasan dari pihak dinas terkait rekomendasi yang sudah dikeluarkan sampai dengan sekarang,” kata Ridwan usai mengikuti RDP.
Ia mengaku menemukan sejumlah rekomendasi yang menurutnya janggal. Ridwan bahkan menyebut rekomendasi tersebut sebagai rekomendasi siluman.
Dirinya mempertanyakan adanya rekomendasi yang diberikan kepada pihak tertentu untuk kebutuhan SPBU di Kecamatan Mananggu. Sedangkan penerima rekomendasi tersebut disebut berasal dari wilayah Tilamuta.
“Ada beberapa rekomendasi yang kami anggap sebagai rekomendasi siluman. Contohnya, orang Tilamuta sudah mendapatkan rekomendasi ke pihak PT Kamina SPBU Mananggu. Itu yang menjadi penyesalan kami,” ujarnya.
Ridwan juga mempertanyakan penerbitan sejumlah rekomendasi pada kondisi yang menurutnya belum sesuai dengan situasi di lapangan.
Ia mengatakan masyarakat memiliki data dan bukti terkait persoalan tersebut yang telah diperlihatkan dalam RDP.
“Beberapa bukti tadi sudah diperlihatkan. Karena itu, kami berharap pihak dinas hadir dan memberikan penjelasan terkait data yang sudah kami sampaikan,” katanya.
Ia menegaskan, persoalan yang dipermasalahkan masyarakat bukanlah antrean di SPBU. Menurutnya, yang menjadi perhatian adalah kejelasan proses dan penerbitan rekomendasi yang digunakan masyarakat di lapangan.
“Kalau masalah antrean, kita tidak ada masalah. Itu saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Boalemo Andi Faisal Hurudji saat dikonfirmasi lewat panggilan telephon terkait ketidakhadiran dalam RDP, dirinya tidak menjawab.












