BOALEMO, HARIANPOST.ID- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalemo resmi menggelar sosialisasi Program Inseminasi Buatan (IB) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bidang Peternakan.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo ini dibuka langsung oleh Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, Selasa, 8 September 2026.
Hadir mendampingi pembukaan tersebut Wakil Bupati Lahmudin Hambali, Sekretaris Daerah Prof. Dr. Nurdin Baderan, Sekretaris Dinas Pertanian, pimpinan BRI Cabang Paguyaman dan Wonosari, para penyuluh pertanian, kelompok tani ternak, serta jajaran petugas inseminator buatan.
Dalam arahannya, Bupati Rum Pagau menekankan bahwa program Inseminasi Buatan yang telah dimulai sejak tahun lalu merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendongkrak produktivitas serta kualitas genetik ternak di Kabupaten Boalemo.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif para kelompok peternak di lapangan.
”Keberhasilan program Inseminasi Buatan ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah atau petugas inseminator saja, tetapi sangat membutuhkan peran aktif dari kelompok peternak,” ujar Rum Pagau.
Orang nomor satu di Boalemo itu juga menginstruksikan kepada jajaran Dinas Pertanian, penyuluh, petugas inseminator, hingga pemerintah kecamatan dan desa agar intensif melakukan pendampingan serta edukasi kepada masyarakat.
Selain persoalan kualitas ternak, pemerintah juga menyoroti kendala klasik yang kerap dihadapi para peternak, yakni keterbatasan modal usaha. Melalui sinergi bersama pihak perbankan, sosialisasi KUR dihadirkan untuk memberikan akses pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar akses permodalan ini diimbangi dengan peningkatan manajerial dan kemampuan mengelola usaha yang baik, sehingga para peternak tidak mengalami kendala saat melakukan pengembalian kredit.
”Saya tidak ingin peternak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi kemudian mengalami kesulitan dalam mengembalikannya. Olehnya itu, saya berharap akses modal ini harus diikuti dengan peningkatan kemampuan mengelola usaha,” tegasnya.












