BOALEMO, HARIANPOST.ID- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo, Andi Faisal Hurudji, memastikan ketersediaan pupuk subsidi untuk kebutuhan petani masih mencukupi.
Kelangkaan yang dikeluhkan sebagian petani saat ini disebut bukan disebabkan kekurangan stok, melainkan kendala distribusi akibat hambatan ketersediaan solar untuk transportasi.
Faisal mengatakan stok pupuk di gudang Lini III Boalemo masih tersedia. Berdasarkan data per Selasa 2 Juni 2026, stok pupuk urea tercatat 20 ribu ton, sementara pupuk NPK Phonska mencapai 21.765 ton.
“Stok pupuk sebenarnya ada dan mencukupi. Yang menjadi kendala saat ini adalah proses distribusi yang terhambat ketersediaan solar, sehingga penyaluran ke kios mengalami keterlambatan,” kata Faisal, saat ditemui media ini, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut dia, realisasi penyaluran pupuk hingga awal Juni masih tergolong rendah. Serapan baru mencapai sekitar 16 persen atau 3.085 ton dari total alokasi tahun 2026.
Faisal menjelaskan, hambatan utama terjadi pada proses pengiriman dari Surabaya menuju Gorontalo. Selain antrean kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, keterbatasan solar untuk operasional truk dan kapal turut memperlambat pengiriman pupuk ke gudang Boalemo. Akibatnya, proses penyaluran dari gudang ke kios pengecer tidak berjalan sesuai jadwal.
“Barang sudah tersedia di gudang, tetapi distribusi ke kios tersendat karena kendala BBM,” ucap Faisal.
Pihak distributor juga memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi. Distributor menyebut hambatan yang dihadapi murni berkaitan dengan distribusi dan transportasi, bukan karena kekurangan stok pupuk di tingkat produsen.
Distributor memastikan kondisi distribusi akan berangsur normal dalam beberapa minggu ke depan, seiring membaiknya pasokan solar dan berkurangnya antrean pengiriman di pelabuhan.
Faisal berharap persoalan distribusi segera teratasi agar kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi tepat waktu, terutama menjelang masa pemupukan tanaman di berbagai wilayah Kabupaten Boalemo.












